Tugu Reasuransi soroti pengetatan risiko pada reasuransi energi di tengah gejolak geopolitik

Tugu Reasuransi soroti pengetatan risiko pada reasuransi energi di tengah gejolak geopolitik
Risiko reasuransi energi ketat

Perubahan sentimen geopolitik global dan fluktuasi harga minyak kini membentuk ulang pasar reasuransi energi, terutama pada segmen onshore dan offshore di Indonesia. Di tengah kondisi itu, PT Tugu Reasuransi Indonesia menilai permintaan proteksi untuk aset, distribusi, dan infrastruktur energi nasional tetap tinggi karena aktivitas migas, petrokimia, pembangkit listrik, serta proyek strategis masih berjalan.

Sorotan

  • Pasar reasuransi global memperketat seleksi risiko dan memperpanjang negosiasi polis energi akibat dinamika geopolitik serta volatilitas harga minyak dunia.
  • Lonjakan harga minyak meningkatkan declared value aset energi, memaksa perusahaan reasuransi menyesuaikan kapasitas dan premi untuk mengelola akumulasi eksposur risiko.
  • Premi reasuransi per Maret 2026 tercatat Rp 7,62 triliun turun 1,43% yoy; premi energi onshore turun 17% yoy menjadi Rp 30 miliar.

Seleksi risiko makin ketat

Kepada KONTAN, Corporate Secretary PT Tugu Reasuransi Indonesia, Eko Susanto, mengatakan lini bisnis energi masih menjadi salah satu segmen penting dalam portofolio reasuransi perseroan. Ia menyebut prospek bisnis ini tetap cukup baik, tetapi pasar reasuransi global saat ini menerapkan seleksi risiko yang lebih ketat, baik dari sisi terms and conditions maupun klausul untuk risiko kompleks seperti Floating Production Storage and Offloading, atau FPSO.

Eko mengatakan kenaikan harga minyak dunia turut mendorong peningkatan nilai aset yang diasuransikan, atau declared value. Kondisi ini memperbesar akumulasi eksposur risiko yang harus dikelola perusahaan asuransi dan reasuransi, sekaligus mendorong penyesuaian kapasitas dan premi.

Menurut dia, dinamika geopolitik global dan volatilitas harga energi juga memengaruhi pendekatan underwriting industri reasuransi. Proses penutupan polis kini menjadi lebih selektif, dengan waktu negosiasi yang lebih panjang karena evaluasi risiko yang lebih ketat dan keterbatasan kapasitas reasuransi global.

Dampak pada premi dan strategi perseroan

Di sisi lain, perseroan melihat kondisi tersebut juga membuka peluang bisnis baru. Tugure menilai kebutuhan optimalisasi program reasuransi dari perusahaan asuransi nasional dan proyek-proyek energi domestik masih menjadi sumber pertumbuhan baru.

Eko menyatakan lini bisnis energi masih memberi kontribusi positif terhadap pendapatan premi perusahaan. Ia menambahkan pertumbuhan premi perseroan masih menunjukkan tren ekspansif, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata mencapai double digit setelah pemulihan 2021.

Untuk menjaga profitabilitas di tengah volatilitas pasar energi, Tugure menerapkan strategi underwriting yang prudent dan selektif, memperkuat manajemen risiko, serta menyesuaikan pricing sesuai profil risiko. Perusahaan juga memperkuat kapasitas analisis risiko dan menjalin kolaborasi dengan mitra reasuransi global untuk menjaga kualitas portofolio bisnis.

Sebagai gambaran, data Otoritas Jasa Keuangan mencatat premi reasuransi per Maret 2026 sebesar Rp 7,62 triliun, turun 1,43% secara tahunan. Pada periode yang sama, premi energi onshore turun 17% secara tahunan menjadi Rp 30 miliar, sementara premi energi offshore juga mencatat penurunan tahunan.

Dalam liputan kami sebelumnya tentang rencana pemerintah membeli minyak mentah dari KKKS dengan acuan Indonesian Crude Price (ICP), dibahas upaya menjaga pasokan dalam negeri ketika sejumlah negara mulai menahan ekspor crude oil. Artikel itu juga menyoroti terbitnya Perpres No. 26 Tahun 2026 yang mengatur tata niaga impor minyak mentah melalui skema impor maupun pengadaan dari KKKS, serta penugasan Lemigas untuk memperkuat stok BBM nasional.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.