Saham bank besar Indonesia tertekan oleh aksi jual asing, BBCA sentuh level terendah sejak Oktober 2021

Saham bank besar Indonesia tertekan oleh aksi jual asing, BBCA sentuh level terendah sejak Oktober 2021
BBCA tertekan aksi asing

Tekanan jual investor asing masih membebani saham perbankan berkapitalisasi besar di pasar Indonesia sepanjang pekan 25-29 Mei 2026. Di antara BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI, penurunan terdalam terjadi pada BBCA yang turun ke Rp 5.700 per saham pada Jumat, 29 Mei 2026.

Sorotan

  • BBCA turun 4,6% ke Rp 5.700 per saham pada 29 Mei 2026, menyentuh level terendah sejak Oktober 2021 akibat net sell asing Rp 2 triliun di hari yang sama.
  • Nilai net sell asing selama 25-29 Mei 2026 mencapai Rp 2,3 triliun untuk BBCA, Rp 888,3 miliar untuk BBRI, Rp 201,5 miliar untuk BBNI, dan Rp 907,9 miliar untuk BMRI.
  • Aksi jual asing serentak menekan harga saham bank besar seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI, memperlihatkan sentimen negatif menyebar di sektor perbankan Indonesia.

Pergerakan saham dan arus jual asing

KONTAN Indonesia melaporkan aksi jual asing selama sepekan membuat empat saham bank besar bergerak melemah, dengan BBCA mencatat tekanan paling dalam di antara kelompok tersebut.

Pada akhir perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 4,6% dalam sehari dan ditutup di Rp 5.700 per saham. Dalam sepekan, saham ini melemah 3,39%, sementara nilai net sell asing pada periode 25-29 Mei 2026 mencapai Rp 2,3 triliun, termasuk Rp 2 triliun pada Jumat saja.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 3,91% dalam sehari ke Rp 2.950 per saham dan melemah 3,28% dalam sepekan. Aksi jual asing pada saham ini tercatat Rp 888,3 miliar dalam sepekan, dengan Rp 738 miliar terjadi pada Jumat.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 3,65% ke Rp 3.700 per saham pada Jumat dan turun 2,21% dalam sepekan. Nilai net sell asing pada Jumat mencapai Rp 143,7 miliar, sedangkan akumulasi sepekan sebesar Rp 201,5 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat penurunan paling kecil di antara bank besar lainnya, turun 1,21% dalam sehari ke Rp 4.080 per saham dan melemah 0,97% dalam sepekan. Aksi jual asing pada Jumat tercatat Rp 389,8 miliar, sementara total net sell selama sepekan mencapai Rp 907,9 miliar.

Dampak terhadap sentimen sektor perbankan

Penurunan BBCA ke level Rp 5.700 per saham menempatkan saham itu di posisi terendah sejak 1 Oktober 2021, yang dalam naskah sumber disebut sebagai level terendah sejak masa pandemi Covid-19. Pergerakan ini menunjukkan tekanan asing masih menjadi faktor utama yang membebani sentimen pada saham bank besar.

Secara sektoral, pola pelemahan serentak pada BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terjadi pada satu emiten, tetapi menyebar ke kelompok saham perbankan utama. Besarnya nilai net sell asing di empat saham tersebut juga menandakan investor masih mengurangi eksposur pada sektor perbankan besar dalam jangka pendek.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja IHSG pada pekan 25–29 Mei 2026, indeks acuan ditutup melemah ke level 6.127 seiring arus jual bersih asing yang besar. Meski nilai transaksi harian rata-rata dan kapitalisasi pasar meningkat, aksi net sell asing (Rp8,519 triliun dalam sepekan) menegaskan sikap hati-hati pelaku pasar dan menambah tekanan pada ekuitas domestik.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.