KB Bank nilai risiko kredit valas tetap terbatas di tengah pelemahan rupiah

KB Bank nilai risiko kredit valas tetap terbatas di tengah pelemahan rupiah
Risiko kredit valas terbatas

Pelemahan rupiah terus menjadi faktor yang dicermati perbankan, terutama untuk debitur yang memiliki kewajiban dalam valuta asing. KB Bank menyatakan eksposurnya terhadap gejolak kurs masih terbatas karena kredit valas hanya menyumbang sekitar 13% dari total portofolio pinjaman.

Sorotan

  • Portofolio pembiayaan KB Bank didominasi kredit rupiah sehingga eksposur terhadap fluktuasi nilai tukar valas tetap terkendali.
  • Rasio non-performing loan pada kredit valas KB Bank di bawah 0,5%, mencerminkan disiplin analisis kredit dan manajemen risiko yang efektif.
  • KB Bank tidak menargetkan peningkatan kredit valas, pertumbuhan akan menyesuaikan kebutuhan nasabah dan likuiditas valas perseroan.

Struktur portofolio dan kualitas aset valas

Kepada KONTAN, Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan portofolio pembiayaan perseroan masih didominasi kredit berdenominasi rupiah, sehingga paparan terhadap fluktuasi nilai tukar relatif terkendali. Ia juga menyebut bank tidak memiliki posisi devisa neto yang material dan terus mengelolanya secara prudent sesuai kebijakan manajemen risiko yang berlaku.

Perseroan menilai dampak langsung volatilitas kurs terhadap kinerja tidak signifikan. Hingga saat ini, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan pada portofolio kredit valas tercatat di bawah 0,5%, yang menurut manajemen mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian, disiplin analisis kredit, dan pengelolaan risiko yang efektif.

Langkah mitigasi di tengah tekanan kurs

Di sisi lain, KB Bank mengakui pelemahan rupiah berpotensi menekan debitur korporasi yang memperoleh pendapatan dalam rupiah tetapi memiliki kewajiban atau biaya operasional dalam valuta asing. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, bank menerapkan analisis kredit yang komprehensif, termasuk mengevaluasi kemampuan debitur dalam menghadapi volatilitas nilai tukar, serta melakukan pemantauan berkelanjutan atas kondisi dan kinerja nasabah.

Manajemen menegaskan penyaluran kredit tetap mengikuti kebijakan risiko yang ketat dan memperhatikan ketentuan batas maksimum pemberian kredit dari regulator. Ke depan, KB Bank tidak memiliki target khusus untuk menaikkan porsi kredit valas, karena pertumbuhan segmen ini akan lebih ditentukan oleh kebutuhan nasabah dan ketersediaan likuiditas valas perseroan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah yang menembus Rp 18.000 per dolar AS, kami mengulas bagaimana bank-bank di Indonesia memperketat seleksi penyaluran kredit valuta asing untuk menekan risiko kurs, terutama bagi debitur yang berpendapatan rupiah. Kami juga menyoroti meningkatnya perhatian pada potensi kenaikan NPL dan risiko liquidity mismatch, sehingga perbankan memperkuat asesmen debitur serta strategi pendanaan dan manajemen risiko valas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.