Maybank Indonesia catat laba kuartal I-2026 di tengah kenaikan pencadangan

Maybank Indonesia catat laba kuartal I-2026 di tengah kenaikan pencadangan
Laba Maybank Q1 2026

Di tengah tekanan geopolitik global dan volatilitas pasar, PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp 308,77 miliar pada kuartal I-2026. Kinerja itu ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih dan fee, meski laba turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sorotan

  • Maybank Indonesia membukukan laba bersih kuartal I-2026 sebesar Rp 308,77 miliar, turun dari Rp 396,05 miliar tahun sebelumnya karena tekanan pendapatan dan kenaikan pencadangan.
  • Pendapatan bunga bersih naik 2,12% secara tahunan menjadi Rp 1,87 triliun di tengah turunnya beban bunga 11,29% dan pergeseran pendanaan dari deposito ke CASA yang tumbuh 8,36%.
  • Kenaikan biaya pencadangan 39,99% menjadi Rp 237,47 miliar diimbangi lonjakan pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi 39,89% menjadi Rp 272,28 miliar.

Kinerja kuartal pertama dan pendorong pendapatan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, pendapatan bunga bersih Maybank Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 1,87 triliun, naik 2,12% secara tahunan. Kenaikan ini terjadi seiring penyesuaian suku bunga, ketika pendapatan bunga turun 3,92% menjadi Rp 3,21 triliun dan beban bunga turun lebih dalam 11,29% menjadi Rp 1,33 triliun.

Dari sisi pendanaan, deposito turun 6,95% secara tahunan menjadi Rp 45,89 triliun. Sebaliknya, dana murah atau CASA tumbuh 8,36% menjadi Rp 72,45 triliun, menunjukkan pergeseran komposisi dana pihak ketiga ke sumber pendanaan yang lebih murah.

Dari sisi pembiayaan, total pembiayaan mencapai Rp 192,16 triliun atau naik 1,24% secara tahunan, ditopang pembiayaan syariah yang meningkat 10,36% menjadi Rp 32,23 triliun. Sementara itu, kredit bank turun 3,49% menjadi Rp 89,76 triliun.

Dampak biaya pencadangan dan fokus pertumbuhan bisnis

Tekanan terhadap profitabilitas terlihat dari kenaikan biaya pencadangan sebesar 39,99% secara tahunan menjadi Rp 237,47 miliar. Namun, kenaikan pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi sebesar 39,89% menjadi Rp 272,28 miliar membantu menahan tekanan pada hasil akhir.

Secara keseluruhan, laba bersih periode berjalan pada kuartal I-2026 tercatat Rp 308,77 miliar, lebih rendah dari Rp 396,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyatakan kinerja triwulan pertama dipengaruhi meningkatnya tekanan geopolitik global dan volatilitas pasar.

Di tengah ketidakpastian tersebut, perseroan menyatakan fokus memanfaatkan peluang pertumbuhan pada segmen ritel dan non-ritel, korporasi, serta perbankan syariah. Ke depan, bank itu mengatakan akan terus menangkap peluang pertumbuhan melalui ekosistem Whole of Maybank dan memperkuat bisnis inti sejalan dengan strategi ROAR30 Maybank Group.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penerapan wajib penempatan DHE SDA di dalam negeri mulai 1 Juni 2026, kami menyoroti perubahan arus dana eksportir ke rekening khusus domestik yang diproyeksikan menambah likuiditas valas perbankan. Aturan ini diperkirakan paling menguntungkan bank-bank Himbara dalam penghimpunan dana, sementara bank swasta perlu memperkuat layanan bernilai tambah untuk menahan potensi perpindahan dana nasabah eksportir.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.