ICX yakin minat urun dana bertahan saat BI Rate naik

ICX yakin minat urun dana bertahan saat BI Rate naik
Urun dana tetap menarik

Kenaikan BI Rate ke 5,25% mendorong daya tarik deposito dan instrumen perbankan lain bagi investor yang lebih konservatif. Meski begitu, PT ICX Bangun Indonesia menilai urun dana tetap kompetitif karena menawarkan potensi imbal hasil yang masih berada di atas rata-rata bunga deposito.

Sorotan

  • ICX menilai imbal hasil urun dana 10%-20% tetap lebih menarik dibanding deposito 4%-5% meski BI Rate naik, menjaga minat investor.
  • Beberapa penerbit di platform seperti PT Fitnessplus Usaha Bersama, PT Santhai Indonesia Gancit, dan PT Bisnis Sama Sama membagikan dividen yield 13,35%-15,14%.
  • ICX mencatat nilai transaksi pasar sekunder pada 2025 mencapai lebih dari Rp1,5 miliar dengan sesi jual beli setiap tiga bulan selama 10 hari kerja.

Strategi menjaga daya saing imbal hasil

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, Direktur Operasional ICX Gunawan Aldy mengatakan kenaikan suku bunga acuan secara alamiah dapat memicu rotasi sebagian dana investor ke instrumen yang lebih aman. Namun, ia menyatakan investor masih melirik urun dana karena imbal hasil historis penerbit berada di kisaran 10% hingga 20%, lebih tinggi dibanding rata-rata deposito perbankan sekitar 4% hingga 5%.

Menurutnya, platform urun dana perlu memastikan bisnis yang melantai tetap menawarkan yield yang jauh di atas bunga deposito atau produk perbankan lain. Selisih keuntungan yang lebih agresif itu, kata dia, menjadi kompensasi yang sepadan atas risiko yang diambil investor.

Ia juga menjelaskan urun dana memiliki mekanisme penerbitan efek bersifat surat utang yang tetap menarik di tengah suku bunga tinggi. Instrumen tersebut menawarkan parameter yang terukur, seperti kepastian kupon atau bunga, tenor, serta plafon pengembalian modal yang sudah jelas sejak awal.

Daya tarik sektor dan aktivitas pasar sekunder

ICX menilai proyeksi imbal hasil yang lebih kompetitif dari bunga perbankan saat ini akan tetap menjadi faktor utama untuk menarik investor, terutama mereka yang memahami dan bersedia mengambil risiko lebih tinggi. Perusahaan juga menyoroti sejumlah penerbit di platformnya yang membagikan hasil investasi di atas produk perbankan.

Gunawan mencontohkan PT Fitnessplus Usaha Bersama membagikan dividen dengan yield 14,22% per tahun. Di sektor food and beverages, PT Santhai Indonesia Gancit membagikan dividen yield 13,35%, sedangkan PT Bisnis Sama Sama membagikan dividen yield hingga 15,14%.

Selain mengincar yield, investor juga dapat memperoleh capital gain melalui jual beli di pasar sekunder yang dibuka setiap tiga bulan sekali selama 10 hari kerja. Pada 2025, nilai transaksi pasar sekunder ICX mencapai lebih dari Rp1,5 miliar.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan BI Rate ke 5,25%, kami mengulas bagaimana perubahan suku bunga mendorong penyesuaian strategi penempatan dana, termasuk meningkatnya daya tarik deposito dan obligasi berimbal hasil tetap. Kami juga menyoroti pergeseran minat sebagian masyarakat ke pembiayaan alternatif seperti fintech P2P lending, seiring potensi naiknya biaya pinjaman bank dan meningkatnya perhatian pada mitigasi risiko kredit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.