Himbara minta dukungan likuiditas CNY BI untuk perluasan local currency trade
Keterlibatan bank-bank milik negara dalam pengembangan local currency trade Indonesia-China kini memasuki tahap teknis yang menyoroti kebutuhan pendanaan valuta asing. Himbara menyatakan skema ini memerlukan dukungan likuiditas yuan penuh dari Bank Indonesia agar transaksi CNY terhadap rupiah dapat berjalan di dalam negeri.
Sorotan
- Himbara meminta dukungan likuiditas CNY sebesar 100% dari Bank Indonesia untuk kelancaran implementasi skema local currency trade (LCT) Indonesia–China.
- Nilai transaksi LCT Indonesia–China melonjak, mencapai lebih dari U.S.$25 miliar sepanjang tahun lalu dan bulanan sekitar U.S.$3,7 miliar pada tahun ini.
- Bank Indonesia, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong memperluas penggunaan yuan dan rupiah untuk perdagangan bilateral, mengurangi ketergantungan pada valuta asing antara.
Skema LCT dan syarat likuiditas yuan
KONTAN Indonesia melaporkan, Himbara akan ikut terlibat dalam pengembangan local currency trade, atau LCT, bersama Bank Indonesia, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong untuk meluncurkan skema khusus CNY terhadap IDR.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan transaksi valuta asing di Himbara, termasuk dengan China, saat ini cukup besar. Di sela Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa (2/6/2026), ia menyebut Himbara telah menyampaikan syarat kepada Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono.
Syarat itu adalah kebutuhan dukungan likuiditas CNY sebesar 100% dari BI bagi bank dalam negeri yang nantinya terlibat dalam LCT. Menurut Putrama, permintaan tersebut diajukan karena valuta asing CNY tidak tersedia di pasar bebas, sehingga kecukupan likuiditas menjadi tantangan utama dalam implementasi skema ini.
Dampak bagi perdagangan bilateral dan sistem transaksi domestik
Indonesia dan China telah menyepakati penggunaan LCT dalam perdagangan dan investasi bilateral. Skema ini ditujukan untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara dan mengurangi ketergantungan pada mata uang antara.Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengatakan nilai transaksi LCT Indonesia-China terus meningkat. Tahun lalu nilainya melebihi U.S.$25 miliar per tahun, sementara pada tahun ini transaksi bulanannya sudah mencapai sekitar U.S.$3,7 miliar.
BI juga telah bekerja sama dengan sejumlah bank dan bank sentral China agar transaksi yuan dapat langsung dilakukan di dalam negeri. Perry menyebut masyarakat dan pelaku usaha kini sudah dapat melakukan transaksi yuan di Indonesia, baik untuk spot, swap, maupun forward.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penguatan dana murah (CASA) di perbankan, kami mencatat bank-bank makin agresif menaikkan porsi giro dan tabungan setelah BI Rate naik ke 5,25% pada Mei 2026 agar biaya dana lebih terkendali. Data BI per April 2026 menunjukkan giro dan tabungan tumbuh lebih cepat daripada deposito, sementara bank besar seperti CIMB Niaga dan BCA mempertahankan rasio CASA tinggi untuk menjaga pendanaan tetap efisien di tengah tren suku bunga yang lebih tinggi.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto