Bank-bank Indonesia perkuat CASA untuk menahan kenaikan biaya dana setelah BI Rate naik

Bank-bank Indonesia perkuat CASA untuk menahan kenaikan biaya dana setelah BI Rate naik
Bank perkuat CASA BI Rate

Bank-bank di Indonesia semakin agresif meningkatkan porsi dana murah atau CASA dalam struktur pendanaan mereka ketika suku bunga acuan Bank Indonesia naik menjadi 5,25% pada Mei 2026. Tren ini terlihat dari pertumbuhan giro dan tabungan yang melampaui simpanan berjangka hingga April 2026, sehingga memberi ruang bagi bank untuk menjaga biaya dana tetap lebih terkendali.

Sorotan

  • Data Bank Indonesia per April 2026 menunjukkan giro tumbuh 15,9% dan tabungan naik 8,9% yoy, mengungguli simpanan berjangka yang hanya naik 4,6%.
  • Porsi CASA CIMB Niaga naik jadi 74% dari total dana pihak ketiga pada April 2026, dari 67,2% tahun sebelumnya, didorong giro non-ritel perusahaan.
  • CASA BCA tembus 84,97% dari dana pihak ketiga dengan nilai Rp1.058 triliun, didukung transaksi nasabah yang naik 61% dalam tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan CASA menguat setelah kenaikan BI Rate

KONTAN Indonesia melaporkan data Bank Indonesia menunjukkan hingga April 2026 giro tumbuh 15,9% secara tahunan dan tabungan naik 8,9%, lebih tinggi dibanding simpanan berjangka yang bertambah 4,6%. Kondisi itu mencerminkan strategi industri perbankan untuk memperbesar porsi pendanaan berbiaya rendah menjelang kenaikan bunga deposito setelah BI Rate naik 50 basis poin pada Mei 2026.

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Trioksa Siahaan, menilai CASA masih tumbuh lebih cepat daripada deposito dalam beberapa waktu ke depan. Menurut dia, kenaikan BI Rate mendorong bank makin agresif menambah CASA karena sumber dana tersebut menjadi kunci untuk menjaga cost of fund, atau biaya dana, tetap rendah.

PT Bank CIMB Niaga Tbk menjadi salah satu bank yang terus mendorong dana murah. Berdasarkan laporan keuangannya, porsi CASA CIMB Niaga mencapai 74% dari total dana pihak ketiga pada April 2026, naik dari 67,2% pada April 2025.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan banknya terus menjaga porsi CASA tetap tinggi karena biaya dana berisiko naik setelah BI Rate meningkat. Ia menyebut kontribusi terbesar CASA berasal dari giro non-ritel yang ditopang rekening operasional korporasi dan layanan pengelolaan kas, sementara pertumbuhan tabungan didorong payroll serta layanan wealth management.

Dampak pada strategi pendanaan dan persaingan bank

PT Bank Central Asia Tbk juga mempertahankan CASA sebagai tulang punggung pendanaan. Per April 2026, rasio CASA BCA mencapai 84,97% dari total dana pihak ketiga, lebih tinggi dibanding 82,88% pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan nilai CASA Rp1.058 triliun dari total dana pihak ketiga Rp1.246 triliun.

EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn, mengatakan pertumbuhan CASA didorong meningkatnya transaksi nasabah. Pada kuartal pertama 2026, total frekuensi transaksi yang diproses BCA naik 61% dalam tiga tahun terakhir, dan 99,8% dari total frekuensi transaksi sudah berlangsung melalui kanal digital.

BCA menyatakan akan terus mendorong pertumbuhan transaksi lewat model hybrid banking agar pertumbuhan CASA dan dana pihak ketiga tetap solid. Di tingkat industri, rasio CASA per April 2026 juga tercatat tinggi pada sejumlah bank besar lain, termasuk Bank Rakyat Indonesia 70,78%, Bank Mandiri 71,21%, Bank Negara Indonesia 69,9%, Bank OCBC NISP 63,02%, dan Bank Permata 63,60%, menandakan persaingan penghimpunan dana murah semakin penting ketika suku bunga berada dalam tren lebih tinggi.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang strategi BTN memperluas transaksi ekosistem, kami mengulas bagaimana persaingan likuiditas yang makin ketat mendorong bank beralih dari adu suku bunga ke penguatan ecosystem banking untuk menaikkan CASA dan volume transaksi nasabah. BTN memanfaatkan ekosistem perumahan—dari pengembang hingga pelaku usaha turunannya—serta memperluas layanan seperti payroll, cash management, dan solusi digital untuk menambah pendapatan berbasis komisi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendanaan berbunga tinggi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.