BTN dorong ecosystem banking untuk perkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi

BTN dorong ecosystem banking untuk perkuat dana murah dan pendapatan berbasis komisi
BTN genjot dana murah

Persaingan likuiditas perbankan yang makin ketat mendorong bank mengubah fokus bisnis dari sekadar mengejar kredit dan dana berbasis suku bunga tinggi. Pergeseran ini diarahkan pada penguatan ecosystem banking untuk menambah CASA, memperbesar volume transaksi nasabah, dan menjaga pertumbuhan pendapatan berkelanjutan.

Sorotan

  • BTN mencatat pertumbuhan CASA konsolidasi 8,20% year-on-year menjadi Rp216,02 triliun per April 2026, naik dari Rp199,65 triliun pada April 2025.
  • BTN memperluas strategi ekosistem perumahan dengan mengintegrasikan pengembang, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen, dan pelaku usaha dalam ekosistem real estat.
  • Pergeseran ke layanan payroll, Cash Management System, dan solusi digital meningkatkan pendapatan berbasis komisi serta menurunkan ketergantungan pada suku bunga tinggi.

Strategi BTN memperluas transaksi ekosistem

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, BTN menilai industri perbankan kini menghadapi tantangan dan peluang untuk tetap menopang pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketegangan geopolitik global. Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan bank tidak lagi cukup mengandalkan penghimpunan dana tradisional yang bertumpu pada persaingan suku bunga tinggi, tetapi perlu menangkap arus transaksi dan aktivitas ekonomi nasabah secara lebih terintegrasi.

Ia menyatakan persaingan perbankan kini tidak lagi hanya bertumpu pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana konvensional. Menurut dia, kemampuan membangun ekosistem dan masuk ke aktivitas transaksi harian nasabah menjadi faktor penentu untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Untuk menjalankan strategi itu, BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang menjadi kekuatan utamanya sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan properti. Rantai ekosistem tersebut mencakup pengembang, kontraktor, toko bangunan, notaris, agen properti, komunitas penghuni perumahan, hingga berbagai usaha turunan yang terhubung dengan sektor real estat.

Dampak pada CASA dan model pendapatan bank

Per April 2026, BTN mencatat pertumbuhan positif pada dana murah. CASA konsolidasi perseroan tumbuh 8,20% secara tahunan menjadi Rp216,02 triliun, dari Rp199,65 triliun pada April 2025.

Melalui pendekatan ekosistem yang lebih menyeluruh, BTN kini tidak membatasi diri pada pembiayaan kepemilikan rumah. Perseroan memperluas portofolio ke layanan payroll, Cash Management System untuk pengelolaan kas korporasi, solusi perbankan digital, pembiayaan modal kerja bagi pelaku usaha, serta layanan keuangan terintegrasi bagi komunitas dalam ekosistem tersebut.

Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran strategi perbankan ke sumber dana yang lebih murah dan stabil, sekaligus memperbesar peluang pendapatan berbasis komisi dari transaksi. Bagi sektor perbankan, model ini juga menjadi cara untuk menjaga pertumbuhan ketika kompetisi likuiditas semakin menekan efektivitas strategi penghimpunan dana konvensional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana pemerintah memperpanjang tenor KPR hingga 40 tahun, kami membahas respons positif perbankan karena skema ini berpotensi menurunkan cicilan dan memperluas akses kepemilikan rumah, terutama bagi generasi muda. Namun, BTN menekankan penerapannya harus selektif dengan mitigasi risiko ketat—misalnya kepastian pendapatan pascapensiun, perlindungan asuransi jiwa kredit, atau co-borrower—serta ditopang underwriting kuat dan pendanaan jangka panjang yang stabil.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.