Persia & Co mundur dari Hanania Travel di tengah ketidakjelasan akses laporan keuangan

Persia & Co mundur dari Hanania Travel di tengah ketidakjelasan akses laporan keuangan
Persia & Co mundur

Persia & Co menyatakan mereka tidak pernah memperoleh akses untuk meninjau laporan keuangan Hanania Travel setelah mendampingi biro perjalanan umrah itu sebagai tim legal korporasi. Ketiadaan data tersebut membuat firma hukum itu menyebut mereka belum dapat memastikan apakah persoalan yang terjadi terkait penyalahgunaan dana atau membengkaknya biaya operasional.

Sorotan

  • Persia & Co mengundurkan diri dari Hanania Travel pada 25 Mei 2026 karena tidak mendapat akses laporan keuangan, baik audit eksternal maupun internal.
  • Tim hukum Persia & Co menegaskan peran mereka hanya sebagai pendamping hukum, tidak terlibat pengambilan keputusan strategis atau pengelolaan dana jemaah.
  • Ribuan calon jemaah umrah gagal diberangkatkan sejak awal 2026 meski sudah membayar lunas, dengan alasan force majeure dan biaya operasional membengkak pasca-perang Timur Tengah.

Klarifikasi tim legal dan alasan pengunduran diri

Seperti dilaporkan Kompas.com, pernyataan itu disampaikan anggota tim hukum Persia & Co, Putra Kurniadi, dalam klarifikasi di BSD, Kabupaten Tangerang, pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Ia mengatakan tim hukum belum pernah melihat laporan keuangan Hanania Travel, baik hasil audit eksternal maupun internal, sehingga mereka belum bisa menarik kesimpulan soal ada atau tidaknya fraud atau penggunaan dana untuk kepentingan pribadi.

Yusran, yang juga bagian dari tim hukum Persia & Co, menegaskan peran mereka selama ini hanya sebagai pendamping hukum korporasi, bukan pengambil kebijakan di perusahaan. Menurut dia, seluruh keputusan strategis, termasuk pengelolaan dana jemaah, berada di tangan direksi, sementara tim legal hanya memberikan masukan dari sisi hukum.

Managing Partner Persia & Co, Marissya Icha, menambahkan informasi mengenai masalah keuangan Hanania Travel selama ini hanya berasal dari keterangan pemilik perusahaan, Ahmad Syah Farhan. Ia menyebut tim legal sempat mempertanyakan aliran dana jemaah, tetapi tidak memperoleh keterbukaan penuh terkait mutasi rekening perusahaan.

Ketidakterbukaan tersebut menjadi salah satu alasan Persia & Co memilih menarik diri dan mengakhiri hubungan profesional dengan Hanania Travel pada 25 Mei 2026.

Dampak kasus bagi jemaah umrah dan perusahaan

Kasus Hanania Travel bermula sejak awal 2026 ketika ribuan calon jemaah yang telah melunasi biaya umrah sejak akhir 2025 gagal diberangkatkan sesuai jadwal. Para jemaah disebut telah menerima perlengkapan seperti koper, seragam, dan visa, tetapi keberangkatan tetap tidak terlaksana.

Pihak travel sebelumnya berdalih kegagalan keberangkatan terjadi karena faktor force majeure, yakni situasi perang di Timur Tengah yang disebut memicu pembengkakan biaya operasional. Dalam konteks itu, pernyataan Persia & Co memperlihatkan bahwa tim legal tidak memiliki dasar dokumen keuangan untuk memverifikasi penjelasan tersebut, sehingga tanggung jawab atas keputusan operasional dan pengelolaan dana tetap mengarah ke manajemen perusahaan.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang krisis keuangan Hanania Travel, kami mengulas klaim bahwa lonjakan beban operasional akibat gangguan perang di Timur Tengah menekan keuangan perusahaan hingga memicu masalah keberangkatan jemaah. Kami juga menekankan bahwa penjelasan soal penyebab krisis saat itu terutama berasal dari keterangan pemilik, sementara Persia & Co sebagai pendamping hukum menyatakan belum pernah melihat hasil audit atau data aliran dana sehingga penyebab pastinya belum bisa dipastikan secara independen.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.