Permintaan perlindungan jiwa pada awal 2026 menunjukkan penguatan, seiring semakin banyak masyarakat memasukkan asuransi jiwa ke dalam perencanaan keuangan jangka panjang. Pada kuartal I-2026, total polis industri asuransi jiwa mencapai 22,54 juta, naik 3,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sorotan
- AAJI melaporkan total polis perorangan industri asuransi jiwa tumbuh 2,9% year-on-year menjadi 22,13 juta pada kuartal I-2026.
- Polis kumpulan meningkat signifikan sebesar 72,9% year-on-year menjadi 410 ribu pada kuartal I-2026 menurut data AAJI.
- Jumlah total tertanggung asuransi jiwa mencapai 118,28 juta pada kuartal I-2026, naik 20,9%, didorong pertumbuhan tertanggung kumpulan dan perorangan.
Pertumbuhan polis pada awal 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan kenaikan total polis industri asuransi jiwa dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis, 4 Juni. Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan kenaikan itu mencerminkan bertambahnya masyarakat yang memiliki perlindungan asuransi jiwa.AAJI merinci pertumbuhan total polis terutama ditopang oleh polis perorangan yang mencapai 22,13 juta pada kuartal I-2026. Jumlah tersebut naik 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, polis kumpulan mencapai 0,41 juta atau 410 ribu pada kuartal I-2026. Segmen ini mencatat kenaikan 72,9% dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2025.
Dampak bagi penetrasi industri
Peningkatan jumlah polis berjalan seiring dengan kenaikan total tertanggung di industri asuransi jiwa. AAJI mencatat total tertanggung mencapai 118,28 juta orang pada kuartal I-2026, atau naik 20,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Jumlah tertanggung tersebut didominasi oleh tertanggung kumpulan sebanyak 95,72 juta orang, yang meningkat 26,1% secara tahunan. Sementara itu, tertanggung perorangan juga naik 2,7% menjadi 22,56 juta orang, menunjukkan perluasan jangkauan perlindungan jiwa di pasar Indonesia.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja premi asuransi jiwa kuartal I-2026, kami menyoroti bahwa premi segmen kumpulan tumbuh 5,7% menjadi Rp 11,52 triliun dan menyumbang 24,37% dari total premi industri. Pada saat yang sama, segmen perorangan masih mendominasi porsi premi meski turun tipis 2,3%, sehingga pertumbuhan kumpulan menjadi penopang ketika total premi industri terkoreksi 0,5% secara tahunan.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto