BNI mempertegas strategi pembiayaan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026. Bank pelat merah ini menargetkan Net Zero Emissions untuk emisi scope 1 dan 2 pada 2028, serta scope 3 termasuk pembiayaan pada 2060.
Sorotan
- BNI memperluas pembiayaan hijau dan transisi, termasuk Sustainability Linked Loan dan rencana penerbitan Sustainability Bond pada 2025 untuk mempercepat target dekarbonisasi.
- BNI meluncurkan advisory playbook pertama di Indonesia bagi sektor perkebunan kelapa sawit serta menyelaraskan penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia di beberapa sektor kunci.
- BNI mengolah seluruh limbah operasional kantor pusat melalui daur ulang dan sejak 2018 telah mendukung rehabilitasi 10 hektare lahan serta penanaman 10.000 pohon, berkontribusi menyerap sekitar 2.002 ton CO2e.
Strategi pembiayaan dan target dekarbonisasi
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Negara Indonesia Tbk menegaskan komitmen tersebut melalui penguatan implementasi ESG pada bisnis, operasional, dan pemberdayaan masyarakat, menurut keterangan resmi perusahaan. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan sektor perbankan memiliki peran strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan lewat pembiayaan yang bertanggung jawab dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance.Di sisi bisnis, BNI terus memperluas pembiayaan hijau dan pembiayaan transisi, termasuk melalui Sustainability Linked Loan dan penerbitan Sustainability Bond pada 2025. Perseroan juga mulai menyelaraskan penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia, terutama pada sektor energi, konstruksi dan real estat, transportasi dan logistik, serta kehutanan dan perkebunan.
BNI juga meluncurkan advisory playbook pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan kelapa sawit sebagai bagian dari pendampingan debitur menuju transisi ekonomi hijau dan penguatan ketahanan terhadap risiko iklim. Menurut Okki, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dampak bagi UMKM dan operasi perusahaan
Selain pembiayaan korporasi, BNI mendorong pelaku UMKM menerapkan praktik usaha ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa dan BNI UMKM Ramah Lingkungan. Kedua program itu diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis ekspor sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.Pada aspek operasional, BNI memperkuat efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, hingga pengelolaan limbah dengan prinsip zero waste to landfill. Perseroan menyatakan seluruh limbah operasional di Gedung Kantor Pusat kini telah diolah melalui proses daur ulang.
Bank ini juga menjalankan rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor. Sejak 2018, BNI telah mendukung rehabilitasi lahan seluas 10 hektare dan penanaman 10.000 pohon, yang diklaim berkontribusi pada penyerapan karbon sekitar 2.002 ton CO2e serta membantu mengurangi risiko longsor dan meningkatkan ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang percepatan program swasembada pangan melalui gerakan tanam serentak komoditas perkebunan di 30 kabupaten pada 12 provinsi, pemerintah menempatkan tebu sebagai prioritas untuk memperkuat ketahanan pangan dan menekan impor gula. Program ini mencakup alokasi pengembangan tebu nasional 97.970 hektare pada 2026, termasuk dukungan benih dan biaya operasional pekebun serta kemitraan dengan pabrik gula guna mendorong produktivitas dan ekonomi daerah.
Berita Transportation Terbaru
- Forex
- Crypto