TNI AU siapkan kajian internal untuk dukung pengembangan Bandara Kertajati

TNI AU siapkan kajian internal untuk dukung pengembangan Bandara Kertajati
TNI AU dukung Kertajati

Pembahasan pengembangan Bandara Kertajati memasuki tahap koordinasi antarlembaga dengan keterlibatan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan dukungan operasional dan pemanfaatan kawasan. Langkah ini mencakup opsi penguatan sektor dirgantara, kebutuhan pertahanan, serta industri penerbangan nasional di Majalengka, Jawa Barat.

Sorotan

  • TNI AU menyiapkan kajian internal untuk mendukung pengembangan Bandara Kertajati, termasuk opsi pemanfaatan pertahanan dan industri dirgantara nasional.
  • Bandara Kertajati dipertimbangkan sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules se-Asia setelah tawaran Menteri Perang U.S. Pete Hegseth diterima pemerintah Indonesia.
  • Pengembangan Bandara Kertajati dilakukan bertahap demi memperkuat posisi Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules dan meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional.

Rencana dukungan dan opsi pengembangan

Menurut Kompas, seperti disampaikan dalam siaran pers Dispenau, pembahasan itu muncul dalam pertemuan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono dengan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (4/6/2026). Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas sejumlah opsi pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, termasuk pemanfaatannya untuk mendukung sektor dirgantara, kebutuhan pertahanan, hingga industri penerbangan nasional.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan TNI AU telah menyiapkan berbagai kajian dan perencanaan internal yang dapat diselaraskan jika ke depan dibutuhkan dukungan lanjutan terhadap operasional maupun pemanfaatan bandara tersebut. Ia juga menyatakan TNI AU pada prinsipnya siap mendukung pengembangan Bandara Kertajati, dengan bekal pengalaman memanfaatkan fasilitas penerbangan di kawasan itu untuk berbagai kegiatan latihan dan operasi penerbangan.

Salah satu aspek yang dibahas adalah peluang pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul, atau MRO, di kawasan bandara. Fasilitas ini dinilai berpotensi menopang kebutuhan perawatan pesawat sipil maupun militer sekaligus memperkuat industri kedirgantaraan nasional.

Dampak bagi industri dirgantara dan langkah lanjutan

Arah pengembangan Bandara Kertajati masih memerlukan pembahasan lanjutan antara pemerintah dan sejumlah kementerian serta lembaga terkait. Proses itu dibutuhkan untuk menentukan model pemanfaatan kawasan dan menyusun peta jalan pengembangannya ke depan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan menerima tawaran Menteri Perang U.S. Pete Hegseth untuk menjadikan Kertajati sebagai pusat MRO pesawat angkut berat C-130 Hercules se-Asia. Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR pada Selasa (19/5/2026), Sjafrie mengatakan usulan itu sedang dikerjakan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kemudian membenarkan adanya rencana menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules di Asia. Menurutnya, pemilihan lokasi mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas dan fasilitas pendukung penerbangan yang dinilai memadai, sementara pengembangannya dilakukan bertahap untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan dan memperkuat kemandirian industri pertahanan serta logistik penerbangan strategis nasional.

Audit BPK atas pembangunan fasilitas sisi darat Bandara VVIP IKN menyoroti masalah tata kelola biaya pada proyek infrastruktur strategis, mulai dari ketidaksesuaian volume pekerjaan hingga pelaksanaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis. Dalam laporan kami sebelumnya, temuan itu mencakup kelebihan pembayaran dan penambahan volume yang dinilai tidak sesuai ketentuan, sekaligus menegaskan pentingnya pengawasan, kepatuhan teknis, dan pengendalian pembayaran dalam proyek transportasi pemerintah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.