DPR dan pemerintah bahas koordinasi ekonomi saat rupiah melemah
Rapat akhir pekan antara DPR RI dan pemerintah digelar di Gedung DPR pada Sabtu pagi untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi di tengah pelemahan rupiah. Pertemuan ini mempertemukan otoritas fiskal, moneter, dan pejabat pemerintah dalam upaya menyelaraskan kebijakan demi menjaga pertumbuhan ekonomi.
Sorotan
- Rapat koordinasi dihadiri DPR, Menteri Keuangan, Menteri Sekretaris Negara, dan Gubernur Bank Indonesia membahas sinergi kebijakan fiskal-moneter saat rupiah melemah.
- Para peserta sepakat memfokuskan upaya pada evaluasi perkembangan ekonomi dan mendorong pertumbuhan dengan memperkuat koordinasi antar-otoritas moneter dan fiskal.
- Pemerintah akan mempercepat program di sektor ekonomi riil seperti pangan, energi, perikanan, serta industrialisasi dan hilirisasi untuk menjaga fundamental ekonomi.
Koordinasi fiskal dan moneter dibahas
Seperti dilaporkan Kompas.com, rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Seusai pertemuan, Dasco mengatakan koordinasi itu difokuskan pada evaluasi perkembangan ekonomi serta cara agar kebijakan fiskal dan moneter dapat saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan yang lebih baik saat ini.Dasco menyatakan pertemuan itu menghasilkan sejumlah kesepakatan. Ia menambahkan rincian hasil koordinasi akan disampaikan oleh masing-masing pihak, baik dari otoritas moneter, fiskal, maupun pemerintah.
Fokus pada penguatan ekonomi riil
Prasetyo mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan rapat tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk koordinasi yang erat dan intens di antara para pemangku kepentingan ekonomi. Menurut dia, kondisi saat ini menuntut kerja sama antarlembaga agar kebijakan di sisi moneter dan fiskal saling memperkuat.Ia juga mengeklaim sejumlah indikator menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat. Di saat yang sama, pemerintah menyatakan akan terus mendorong percepatan program di sektor ekonomi riil, terutama di bidang pangan, energi, perikanan, serta industrialisasi dan hilirisasi.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan pengawasan sektor keuangan di tengah tekanan global, kami menyoroti bahwa fondasi ekonomi Indonesia dinilai masih kuat meski rupiah tertekan. Kami juga mencatat penekanan perlunya koordinasi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK untuk menjaga stabilitas, dengan dukungan indikator seperti inflasi yang terkendali, perbankan yang sehat, serta arus modal ke SBN yang tetap positif.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto