Indonesia pertahankan harga BBM dan LPG subsidi sesuai arahan presiden

Indonesia pertahankan harga BBM dan LPG subsidi sesuai arahan presiden
Harga BBM & LPG Tetap

Pemerintah menegaskan harga BBM subsidi dan LPG subsidi tidak naik di tengah penyesuaian harga pada sejumlah produk bahan bakar nonsubsidi. Pernyataan itu disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat pembukaan Munas XVIII HIPMI di Lampung pada 10 Juni 2026, ketika Pertamax dan Pertamax Green 95 sudah mengalami kenaikan harga.

Sorotan

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM dan LPG subsidi tetap pada level saat ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
  • Harga BBM subsidi dipertahankan, dengan Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800, mempertegas perbedaan kebijakan subsidi dan nonsubsidi.

Kebijakan harga energi bersubsidi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan harga BBM subsidi dan LPG subsidi tetap tidak mengalami kenaikan. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang juga hadir dalam forum Munas XVIII HIPMI di Lampung.

Bahlil menyatakan BBM subsidi dan LPG subsidi tetap pada level saat ini. Penegasan itu menunjukkan pemerintah menjaga kebijakan energi bersubsidi di tengah perubahan harga pada produk BBM nonsubsidi.

Dampak bagi konsumen dan pasar BBM

Pada saat yang sama, Pertamina Patra Niaga menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 juga naik menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah, dengan Pertalite di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. Kebijakan ini mempertahankan bantalan harga bagi konsumen pengguna BBM subsidi, sekaligus mempertegas perbedaan kebijakan antara segmen subsidi dan nonsubsidi di pasar energi domestik.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026, kami mengulas penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina setelah evaluasi berkala mengikuti formula pemerintah. Kami juga mencatat bahwa pada saat yang sama harga BBM dan elpiji subsidi—termasuk Pertalite dan Biosolar—tetap tidak naik, sehingga dampak utama penyesuaian dirasakan pengguna BBM nonsubsidi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.