Prabowo soroti arah pembangunan Indonesia dalam pidato di Munas HIPMI
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan motif politik yang mendorongnya terus maju dalam pemilihan presiden hingga akhirnya menang pada 2024. Dalam forum pengusaha muda di Bandar Lampung pada 10 Juni 2026, ia menegaskan keputusannya bukan semata mengejar jabatan, melainkan karena menilai Indonesia telah bergerak ke arah yang salah sejak dekade 1990-an.
Sorotan
- Prabowo dalam Munas HIPMI XIII, 10 Juni 2026, menegaskan motivasinya maju presiden adalah koreksi atas arah pembangunan Indonesia sejak 1990-an.
- Pernyataan Prabowo di forum pengusaha muda menyoroti kepemimpinan politik sebagai instrumen untuk memperbaiki kebijakan dan iklim usaha nasional.
- Prabowo menekankan kepemimpinan presiden sebagai koreksi jangka panjang kebijakan negara, memberi sinyal perhatian pada stabilitas ekonomi dan pemerintahan.
Pernyataan politik di forum HIPMI
Seperti dilaporkan Kompas.com, Prabowo menyampaikan pandangan itu saat membuka Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia XIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). Ia mengatakan banyak pihak mempertanyakan mengapa dirinya tetap maju sebagai calon presiden setelah berulang kali kalah dalam kontestasi sebelumnya.Dalam pidatonya, Prabowo menghitung kembali upayanya sejak Konvensi Golkar 2004, lalu pemilihan 2009, 2014, 2019, dan 2024. Ia menyebut telah lima kali mencoba, dengan empat kali kekalahan sebelum akhirnya terpilih.
Prabowo juga menyinggung penilaian sejumlah analis yang menganggap dirinya sangat ingin menjadi presiden karena berkali-kali mencalonkan diri. Ia menolak anggapan itu dan mengatakan dorongannya berangkat dari penilaian bahwa arah perjalanan Indonesia sudah menyimpang sejak dekade 1990-an.
Implikasi bagi agenda ekonomi dan dunia usaha
Pernyataan itu muncul dalam acara organisasi pengusaha muda, sehingga memberi konteks bahwa pesan yang dibawa Prabowo juga berkaitan dengan arah kebijakan nasional dan iklim usaha. Dalam forum tersebut, ia menempatkan kepemimpinan politik sebagai instrumen untuk mengoreksi arah pembangunan, bukan sekadar tujuan pribadi.Ia juga menegaskan jabatan presiden bukan pekerjaan yang ringan. Penekanan ini memperlihatkan upayanya membingkai kepemimpinannya sebagai bagian dari koreksi jangka panjang terhadap kebijakan negara, sebuah pesan yang relevan bagi pelaku usaha yang menaruh perhatian pada stabilitas arah ekonomi dan pemerintahan.
Dalam ulasan kami tentang pembukaan Munas HIPMI XVIII oleh Presiden Prabowo Subianto, forum ini disorot sebagai momentum strategis bagi pengusaha muda—termasuk dari Daerah Otonomi Baru di Tanah Papua—untuk mendorong kepastian aturan, transparansi, dan kesetaraan perlakuan antar daerah. Aspirasi tersebut diposisikan penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperbesar kontribusi daerah terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui kolaborasi dan jaringan usaha.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto