Mahasiswa UI siapkan aksi protes ekonomi di Bundaran HI

Mahasiswa UI siapkan aksi protes ekonomi di Bundaran HI
Aksi protes UI di HI

Menjelang aksi di Bundaran HI pada Jumat, mahasiswa Universitas Indonesia mulai berkumpul di kampus Depok untuk berangkat bersama ke Jakarta Pusat. Mobilisasi ini melibatkan puluhan bus dan angkutan kota, sementara estimasi massa dari Depok mencapai sekitar 1.000 orang dan berpotensi bertambah hingga 3.000 jika bergabung dengan kelompok lain.

Sorotan

  • Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi protes ekonomi di Bundaran HI, dengan sekitar 1.000 hingga 3.000 peserta dari Depok dan kampus lain.
  • Peserta aksi menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian pemborosan APBN, serta kritik terhadap pertumbuhan ekonomi yang belum terasa di rumah tangga.
  • Aksi juga menyoroti penyempitan lapangan kerja, penghentian militerisme di ranah sipil, penghentian program MBG, dan desakan pengakuan kesalahan pemerintah oleh Presiden Prabowo.

Persiapan keberangkatan massa dari Depok

Seperti dilaporkan Kompas.com, lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI menjadi titik kumpul utama sebelum peserta bergerak ke lokasi unjuk rasa. Mahasiswa terlihat memadati area tersebut sambil menyiapkan spanduk, poster tuntutan, serta membawa bendera dari berbagai jurusan dan fakultas.

Puluhan bus dan angkutan kota juga telah berjejer di area kampus untuk mengangkut peserta aksi menuju Bundaran HI di Menteng, Jakarta Pusat. Konsentrasi massa di titik keberangkatan ini menunjukkan skala mobilisasi yang cukup besar dari lingkungan kampus UI.

Tuntutan aksi dan dampak isu ekonomi

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Yatalathof, mengatakan sekitar 1.000 mahasiswa berangkat dari Depok, dan jumlah itu dapat menyentuh 3.000 orang jika digabung dengan peserta lain. Ia menyebut aksi digelar sebagai bentuk protes terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai belum dirasakan membaik oleh masyarakat.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi dinilai belum tercermin pada kondisi rumah tangga warga, di tengah lapangan kerja yang makin menyempit dan kenaikan harga. Lima tuntutan yang dibawa dalam aksi ini mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta desakan agar Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang demonstrasi BEM UI di Bundaran HI, kami mengulas jadwal aksi pada 12 Juni 2026 serta potensi dampaknya terhadap kepadatan lalu lintas di pusat Jakarta. Kami juga merangkum agenda pengamanan aparat dan lima tuntutan utama massa, termasuk penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok serta penghentian pemborosan APBN dan militerisme di ranah sipil.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.