Ashutosh Sureka

BEM UI gelar aksi tolak kenaikan BBM di Bundaran HI, lalu lintas Jakarta Pusat berisiko padat

BEM UI gelar aksi tolak kenaikan BBM di Bundaran HI, lalu lintas Jakarta Pusat berisiko padat
BEM UI demo BBM HI

Aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat siang dengan potensi gangguan lalu lintas di salah satu simpul utama ibu kota. Unjuk rasa ini juga membawa lima tuntutan yang mencakup isu belanja negara, harga kebutuhan pokok, dan kebijakan pemerintah.

Sorotan

  • BEM UI menggelar aksi menolak kenaikan BBM di Bundaran HI Jakarta pada 12 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, berpotensi memicu kemacetan beberapa jam.
  • Sebanyak 3.099 personel gabungan disiagakan, dengan rekayasa lalu lintas situasional di sekitar Bundaran HI dan Jalan Medan Merdeka Selatan akibat demonstrasi ganda.
  • BEM UI mengusung lima tuntutan, termasuk penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, serta menghentikan pemborosan APBN dan militerisme di ranah sipil.

Jadwal aksi dan agenda pengamanan

Seperti dilaporkan Kompas.com, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, BEM UI, menjadwalkan demonstrasi di Bundaran HI, Menteng, mulai pukul 13.00 WIB pada Jumat, 12 Juni 2026. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, meminta maaf kepada warga atas potensi kemacetan dan ketidaknyamanan selama aksi berlangsung, seraya menyatakan gangguan lalu lintas diperkirakan hanya terjadi beberapa jam.

Polres Metro Jakarta Pusat juga mengonfirmasi aksi tersebut berlangsung pada Jumat. Untuk pengamanan, kepolisian menggelar apel pasukan pada pukul 10.00 WIB di depan Hotel Pullman Jakarta Pusat, dipimpin Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Putro.

Selain aksi di Bundaran HI, polisi menyatakan ada unjuk rasa lain oleh Perhimpunan Penegak Demokrasi Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan pada pukul 13.00 WIB. Sebanyak 3.099 personel gabungan kepolisian disiagakan sepanjang hari, sementara rekayasa lalu lintas di sekitar titik aksi diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan jumlah massa di lapangan.

Dampak lalu lintas dan tuntutan demonstran

BEM UI menyatakan aksi ini menegaskan lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta meminta Presiden Prabowo mengakui kesalahan pemerintah.

Penyelenggara juga mengajak buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, komunitas pelari, dan kelompok masyarakat lain untuk ikut bergabung dalam demonstrasi di Bundaran HI. Di sisi lain, kepolisian mengimbau masyarakat menghindari kawasan sekitar unjuk rasa dan menggunakan jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di pusat bisnis Jakarta.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang demonstrasi BEM UI di Bundaran HI, kami mengulas jadwal aksi, perkiraan jumlah peserta, serta potensi kepadatan lalu lintas di kawasan pusat Jakarta. Kami juga merangkum lima tuntutan utama massa dan menyoroti imbauan bagi warga untuk menyiapkan rute alternatif maupun menggunakan transportasi umum.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.