Gelombang aksi mahasiswa di Jakarta berlanjut pada Jumat siang dengan rencana kehadiran BEM Universitas Pembangunan Negeri Veteran Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Kelompok mahasiswa itu menjadwalkan keberangkatan dari Kampus Pondok Labu pada pukul 13.00 WIB sambil membawa tuntutan yang berfokus pada dampak kenaikan harga BBM terhadap biaya hidup.
Sorotan
- Mahasiswa BEM UPNVJ menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta pada Jumat siang untuk memprotes kenaikan harga BBM yang dinilai membebani masyarakat.
- Aksi mahasiswa UPNVJ bergabung dengan demonstrasi Universitas Indonesia, menyoroti isu ekonomi dan biaya hidup sebagai fokus utama mobilisasi kampus di Jakarta.
- Universitas Negeri Jakarta juga melakukan aksi di Rawamangun pada Jumat, membawa 10 tuntutan termasuk stabilisasi rupiah, penurunan harga BBM, dan alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan.
Jadwal aksi dan isu yang dibawa
Seperti dilaporkan Kompas.com, perwakilan Biro Media, Komunikasi dan Informasi Eksternal BEM UPNVJ, Tazkia Ayudya, membenarkan bahwa aksi berlangsung sesuai jadwal di Bundaran HI pada Jumat siang. Ia menyatakan mahasiswa UPNVJ lebih dulu berkumpul di Kampus Pondok Labu sebelum bergerak bersama menuju lokasi unjuk rasa di Jakarta Pusat.Dalam aksi ini, BEM UPNVJ menyoroti kenaikan harga BBM yang dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga sembako dan menekan keberlangsungan hidup masyarakat. Departemen Agitasi dan Propaganda Bidang Sosial dan Politik UPNVJ menyebut dampak tersebut tidak hanya tercermin dalam indikator ekonomi, tetapi juga dirasakan langsung oleh buruh, petani, nelayan, mahasiswa, dan kelompok masyarakat lain.
Dampak agenda protes mahasiswa di Jakarta
Pengerahan massa dari UPNVJ menambah rangkaian aksi mahasiswa yang berlangsung di ibu kota pada hari yang sama. Sebelumnya, mahasiswa Universitas Indonesia juga bergerak ke Bundaran HI dengan tuntutan terkait ekonomi dan lapangan kerja, menandakan isu biaya hidup menjadi fokus utama mobilisasi kampus di Jakarta.Di luar Bundaran HI, Universitas Negeri Jakarta juga menjalankan aksi di Rawamangun pada Jumat siang dengan membawa 10 tuntutan. Daftar tuntutan itu mencakup stabilisasi nilai rupiah, penurunan harga bahan bakar dan bahan pokok, kesejahteraan guru, alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan, penghentian sejumlah kebijakan pemerintah, hingga isu kriminalisasi orang muda, tata kelola perguruan tinggi, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, dan proyek strategis nasional yang dinilai merugikan lingkungan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang demonstrasi BEM UI di Bundaran HI, kami mengulas jadwal aksi pada 12 Juni 2026 serta potensi kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus di sekitar pusat Jakarta. Kami juga merangkum lima tuntutan utama, termasuk penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, serta menyoroti imbauan agar warga menyiapkan rute alternatif.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto