Danantara raup Rp26,8 triliun dari obligasi dolar perdana, investor U.S. dominan

Danantara raup Rp26,8 triliun dari obligasi dolar perdana, investor U.S. dominan
Danantara raih USD1,5 miliar

Minat investor global mengalir kuat ke penerbitan obligasi global perdana Danantara Investment Management senilai USD1,5 miliar atau setara Rp26,8 triliun. Porsi pembelian dari investor U.S. menjadi yang terbesar pada tenor 10 tahun, menegaskan perhatian pasar internasional terhadap kendaraan investasi terkait negara yang baru dibentuk Indonesia.

Sorotan

  • Danantara meraih Rp26,8 triliun dari obligasi dolar perdana dengan nilai penerbitan USD1,5 miliar dan peak orderbook USD4,6 miliar.
  • Investor U.S. menyerap 52 persen seri 10 tahun, sedangkan investor EMEA menjadi pembeli terbesar tenor lima tahun dengan porsi 41 persen.
  • Tingginya minat investor global pada obligasi ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek Danantara sebagai sovereign-linked investment vehicle Indonesia.

Komposisi investor dan permintaan obligasi

Menurut factsheet penerbitan obligasi global Danantara Indonesia di Jakarta, Jumat (12/6/2026), investor U.S. menyerap 52 persen alokasi pada seri tenor 10 tahun. Porsi itu melampaui investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 31 persen, serta Asia sebesar 17 persen.

Pada seri tenor lima tahun, investor EMEA menjadi pembeli terbesar dengan porsi 41 persen. Investor U.S. mengikuti dengan alokasi 38 persen, sedangkan Asia menyumbang 21 persen.

Secara keseluruhan, penerbitan obligasi global perdana Danantara melalui Danantara Investment Management mencatat permintaan yang sangat besar. Nilai peak orderbook mencapai sekitar USD4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali lipat dari nilai penerbitan sebesar USD1,5 miliar.

Dampak bagi pembiayaan dan kepercayaan pasar

Tingginya minat investor U.S. mencerminkan kuatnya kepercayaan pasar keuangan global terhadap prospek Danantara sebagai sovereign-linked investment vehicle Indonesia. Entitas ini baru dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.

Permintaan juga datang dari investor institusi di U.S., Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Sebaran minat lintas kawasan itu memperlihatkan jangkauan distribusi yang luas bagi instrumen dolar perdana Danantara sekaligus memberi sinyal positif bagi akses pendanaan eksternal Indonesia di pasar internasional.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang rencana konsolidasi BUMN oleh Badan Pengelola Investasi Danantara, kami membahas target perampingan 1.077 entitas menjadi sekitar 200–300 perusahaan pada 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja. Ulasan itu juga menekankan jaminan tidak ada PHK, dengan proyeksi penghematan hingga sekitar Rp50 triliun meski seluruh pegawai tetap dipertahankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.