Pertamina EP Cepu catat laba positif, percepat target lifting migas dan transisi energi

Pertamina EP Cepu catat laba positif, percepat target lifting migas dan transisi energi
Laba & lifting migas melesat

Di tengah dorongan penguatan ketahanan energi nasional, PT Pertamina EP Cepu menutup 2025 dengan produksi minyak 70,035 MBOPD, produksi gas 299,5 MMSCFD, dan total lifting migas 94,349 BOEPD. Perusahaan juga melampaui target lingkungan dengan reduksi emisi 13,19 kilo ton CO2e dan bersiap mendorong pertumbuhan lifting yang lebih agresif pada 2026.

Sorotan

  • PT Pertamina EP Cepu membukukan laba positif sepanjang 2025, melampaui target produksi dan lingkungan serta mencatat 70.111.623 jam kerja selamat sejak 2017.
  • Perusahaan menetapkan percepatan pengembangan lapangan dan target pertumbuhan lifting migas lebih tinggi pada 2026 guna mendukung ketahanan energi nasional.
  • Strategi bisnis PEPC mencerminkan kombinasi kinerja operasional, disiplin keselamatan, dan komitmen pengurangan emisi di tengah dinamika geopolitik global.

Kinerja 2025 dan arah strategi 2026

Dalam keterangannya yang disampaikan di Jakarta pada Sabtu (13/6/2026), PT Pertamina EP Cepu memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2025 sekaligus menetapkan arah strategis perusahaan untuk periode berikutnya.

Perusahaan membukukan laba positif, yang mencerminkan fundamental bisnis yang tetap solid. Selain melampaui target produksi dan lingkungan, PEPC juga mencatat 70.111.623 jam kerja selamat sejak 2017 hingga 2025, menandai fokus berkelanjutan pada aspek keselamatan operasi.

Direktur Utama Pertamina EP Cepu Ruby Mulyawan mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil adaptasi organisasi terhadap dinamika yang terus berubah. Menurut dia, ketangguhan perusahaan tidak hanya tercermin dari angka produksi, tetapi juga dari kemampuan untuk terus bergerak maju di tengah tantangan.

Dampak bagi sektor hulu migas nasional

Melalui capaian itu, PEPC kembali menegaskan perannya sebagai entitas hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional. Target percepatan pengembangan lapangan pada 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong pertumbuhan lifting migas yang lebih tinggi.

Komisaris Utama Pertamina EP Cepu Taufan Hunneman menyampaikan apresiasi atas kinerja positif perusahaan di tengah dinamika geopolitik global yang menantang. Penilaian usaha yang sangat baik tersebut menunjukkan kombinasi antara kinerja operasional, disiplin keselamatan, dan komitmen pengurangan emisi dalam strategi bisnis PEPC.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyesuaian harga Pertamax pada Juni 2026, kami mengulas rencana Komisi VI DPR RI memanggil Pertamina untuk membahas dampaknya terhadap masyarakat, distribusi energi nasional, dan kinerja perusahaan. Kami juga menyoroti potensi peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite yang dapat menekan ketersediaan BBM bersubsidi, serta langkah Pertamina Patra Niaga memperkuat logistik dan pemantauan real-time agar pasokan tetap aman.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.