Indonesia pertahankan harga Pertamax di bawah negara kawasan setelah penyesuaian Juni

Indonesia pertahankan harga Pertamax di bawah negara kawasan setelah penyesuaian Juni
Pertamax tetap murah

Kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026 memicu penjelasan pemerintah mengenai posisi harga bahan bakar non-subsidi di pasar domestik. Pemerintah menyatakan harga RON 92 di Indonesia tetap lebih rendah dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara meski mengikuti lonjakan harga minyak dunia.

Sorotan

  • Pertamax naik Rp 3.950 per liter menjadi Rp 16.250 mulai 10 Juni 2026, kenaikan pertama sejak lonjakan harga minyak dunia.
  • Harga BBM non-subsidi di Indonesia, seperti Pertamax, tetap jauh di bawah negara kawasan; di Singapura mencapai Rp 42.971 dan di Filipina Rp 22.158.
  • Harga Pertamax Green 95 naik menjadi Rp 17.000 per liter, sedangkan Pertamax Turbo tetap di Rp 20.750 per liter sejak 1 Juni 2026.

Perbandingan harga dan dasar penyesuaian

Seperti dilaporkan Kompas.com, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menyatakan harga Pertamax di Indonesia masih jauh lebih murah dibandingkan BBM RON 92/95 di negara lain. Dalam keterangannya yang dikutip Minggu, 14 Juni 2026, ia menyebut harga Pertamax di Indonesia dipatok Rp 16.250 per liter, sedangkan harga setara di Filipina mencapai Rp 22.158, di Laos Rp 31.945, di Thailand Rp 28.910, di Myanmar Rp 25.085, dan di Singapura Rp 42.971.

Teddy juga menjelaskan Pertamax merupakan BBM non-subsidi, sehingga harganya harus mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Menurut dia, harga minyak dunia sudah naik drastis sejak Maret 2026, tetapi pemerintah Presiden Prabowo Subianto menahan kenaikan harga Pertamax selama berbulan-bulan.

Di saat yang sama, ia menegaskan harga BBM subsidi tidak naik. Pertalite tetap berada di Rp 10.000 per liter dan Solar di Rp 6.800 per liter.

Dampak penyesuaian bagi pasar BBM domestik

PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga BBM non-subsidi mulai Rabu, 10 Juni 2026. Berdasarkan informasi Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya naik menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter yang berlaku sejak 1 Juni 2026, atau meningkat Rp 3.950 per liter.

Penyesuaian ini menjadi kenaikan pertama Pertamax setelah harga produk tersebut sebelumnya dipertahankan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga itu terjadi saat konflik Israel-Iran memanas sejak akhir Februari 2026 dan mendorong tekanan pada biaya energi.

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo tidak berubah dan tetap berada di Rp 20.750 per liter, sama seperti pada penyesuaian 1 Juni 2026.

Rencana Komisi VI DPR memanggil Pertamina terkait kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni 2026 menjadi sorotan dalam artikel kami sebelumnya. Kami mengulas kekhawatiran DPR soal potensi migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite yang dapat menekan ketersediaan BBM bersubsidi, sekaligus dampaknya pada biaya logistik dan inflasi. Dalam laporan itu, kami juga menyoroti penegasan Pertamina Patra Niaga bahwa stok Pertalite dinilai cukup, dengan penguatan logistik dan pemantauan real-time untuk menjaga distribusi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.