Pemerintah soroti kenaikan harga BBM non-subsidi di tengah dorongan kemandirian energi

Pemerintah soroti kenaikan harga BBM non-subsidi di tengah dorongan kemandirian energi
BBM non-subsidi naik

Pemerintah merespons aksi mahasiswa atas kenaikan harga bahan bakar minyak dengan menekankan bahwa penyesuaian hanya berlaku pada BBM non-subsidi. Di saat yang sama, pemerintah menyatakan harga Solar dan Pertalite tetap tidak berubah, sementara tekanan sektor energi masih dipengaruhi ketergantungan impor.

Sorotan

  • Kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green dipicu perubahan global, sementara harga Solar dan Pertalite bersubsidi tetap tidak naik.
  • Pemerintah menegaskan ketergantungan terhadap impor energi masih tinggi karena kebutuhan harian minyak 1,6 juta liter, sementara produksi domestik hanya 600 ribu liter.
  • Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan strategi pengurangan impor energi melalui pemanfaatan energi berbasis bahan baku dalam negeri demi kemandirian dan ketahanan nasional.

Penjelasan pemerintah soal penyesuaian harga

Seperti dilaporkan Kompas.com, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI M Qodari menyatakan kenaikan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak terlepas dari kondisi global. Ia menegaskan BBM di Indonesia terbagi antara produk bersubsidi dan harga pasar, dan untuk kelompok bersubsidi, Solar serta Pertalite tetap tidak naik.

Qodari mengatakan faktor luar negeri masih sangat besar dalam pembentukan harga energi karena Indonesia masih tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan minyak dari produksi domestik. Pernyataan itu disampaikan saat pemerintah menghadapi protes mahasiswa terkait kenaikan harga BBM.

Dorongan kurangi impor energi

Qodari menyampaikan Presiden RI Prabowo Subianto telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Menurut dia, kemandirian energi sejak awal menjadi salah satu agenda utama pemerintahan dan menjadi bagian dari reformasi struktural untuk mendukung ketahanan pangan serta ketahanan energi.

Ia menilai tantangan di sektor energi lebih kompleks dibanding sektor pangan karena besarnya kebutuhan impor minyak. Qodari menyebut kebutuhan harian mencapai 1,6 juta liter, sementara produksi domestik sekitar 600 ribu, sehingga pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku dalam negeri untuk menekan ketergantungan pasokan dari luar negeri.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina pada Juni 2026, kami membahas lonjakan harga Pertamax dan Pertamax Green sementara Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah. Kami juga menyoroti respons DPR yang berencana meminta penjelasan dasar perhitungan kenaikan, serta potensi dampaknya seperti risiko inflasi, tekanan daya beli, dan pergeseran konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.