Bank Danamon jaga kualitas KPR saat BI Rate naik

Bank Danamon jaga kualitas KPR saat BI Rate naik
Danamon jaga KPR tetap aman

Kenaikan BI Rate ke 5,50% mendorong bank memperketat pengelolaan risiko di segmen kredit pemilikan rumah. Bank Danamon menyatakan rasio kredit bermasalah KPR hingga Maret 2026 masih berada di kisaran 3% dan tetap terjaga di tengah tekanan suku bunga tinggi.

Sorotan

  • Bank Danamon menjaga kualitas portofolio KPR tetap stabil melalui seleksi kredit prudent dan pemantauan risiko berkala, meski tren BI Rate naik.
  • Bank Danamon masih mengevaluasi penyesuaian bunga floating KPR dan akan menentukan langkah setelah memantau pasar dalam 1-2 bulan ke depan.
  • Permintaan KPR tetap tumbuh karena kebutuhan rumah tinggi, Bank Danamon optimistis kualitas portofolio terjaga hingga akhir 2026 meski tekanan suku bunga.

Mitigasi risiko dan evaluasi bunga berjalan

Seperti dilaporkan KONTAN, Consumer Lending Business Head Bank Danamon Enriko Sutarto mengatakan kenaikan suku bunga menjadi faktor yang perlu dicermati, baik dari sisi permintaan kredit maupun kemampuan bayar debitur. Ia menyebut dampaknya sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, sementara kualitas portofolio KPR perseroan sampai saat ini masih relatif stabil berkat prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin.

Bank Danamon terus memperkuat mitigasi risiko melalui proses seleksi kredit yang prudent dan pengelolaan portofolio secara aktif. Perseroan juga menyalurkan kredit dengan mempertimbangkan kemampuan bayar nasabah secara menyeluruh, termasuk sensitivitas terhadap perubahan suku bunga, serta melakukan pemantauan kualitas kredit secara berkala untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset lebih dini.

Terkait bunga floating KPR, perseroan mengaku masih mengevaluasi langkah penyesuaian di tengah tren kenaikan BI Rate. Bank akan memantau perkembangan kondisi pasar dalam satu hingga dua bulan ke depan sebelum mengambil keputusan, dengan mempertimbangkan kemampuan bayar nasabah, permintaan pembiayaan properti, persaingan industri, dan biaya dana bank.

Permintaan rumah tetap kuat di tengah tekanan

Di tengah suku bunga tinggi, Bank Danamon masih melihat permintaan KPR tetap cukup baik karena kebutuhan masyarakat terhadap hunian dinilai masih tinggi. Untuk menjaga daya tarik pembiayaan, perseroan terus menawarkan solusi kredit yang fleksibel, termasuk skema bunga kompetitif pada awal tenor serta berbagai program promosi bagi nasabah.

Perseroan juga aktif menjalin kerja sama dengan developer dan ekosistem properti untuk mendukung penyaluran KPR. Bank Danamon menetapkan target penyaluran kredit yang sejalan dengan target pertumbuhan industri perbankan sambil tetap menjaga kualitas aset.

Ke depan, perseroan tetap optimistis kualitas portofolio KPR masih dapat dijaga hingga akhir 2026 meski suku bunga tinggi dan tekanan ekonomi global masih membayangi industri perbankan. Sikap ini menunjukkan fokus bank pada pertumbuhan yang selektif, dengan keseimbangan antara ekspansi kredit perumahan dan pengendalian risiko aset.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan NPL KPR di tengah suku bunga tinggi, kami membahas mulai terlihatnya tekanan pada kemampuan bayar debitur saat memasuki fase bunga floating, meski pertumbuhan KPR hingga April 2026 masih bertahan moderat. Kami juga menyoroti strategi perbankan menjaga kualitas aset, seperti memperkuat early warning system, menahan penyesuaian bunga floating secara agresif, serta mengarahkan penyaluran baru ke segmen debitur berisiko lebih rendah.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.