Pemerintah soroti arus investasi strategis usai Prabowo kumpulkan menteri di Kertanegara
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu, 14 Juni 2026. Pertemuan itu berfokus pada laporan hasil kunjungan kerja luar negeri dan rencana pemerintah membuka data terbaru mengenai peningkatan minat investasi ke sektor-sektor strategis nasional.
Sorotan
- Prabowo mengumpulkan menteri bidang investasi, ESDM, keuangan, pendidikan, BUMN, dan kabinet untuk membahas laporan investasi asing strategis ke Indonesia.
- Rosan Roeslani melaporkan minat dan masuknya investasi asing yang meningkat pascakunjungan ke U.S., Eropa, dan Asia, mencerminkan sentimen positif internasional.
- Data investasi resmi akan dipublikasikan di Istana Merdeka pada 15 Juni 2026, menjadi penanda transparansi arah kebijakan pemerintah kepada pelaku usaha dan pasar.
Agenda rapat dan laporan investasi
Seperti dilaporkan Kompas.com, pertemuan tersebut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.Berdasarkan keterangan Sekretariat Kabinet, Prabowo menerima laporan dari Rosan terkait hasil kunjungan kerjanya ke U.S. dan sejumlah negara di Eropa serta Asia. Teddy mengatakan laporan itu menunjukkan fakta dan data valid mengenai meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional.
Teddy juga menyatakan Prabowo memerintahkan Rosan untuk membuka data positif tersebut kepada publik. Penyampaian data itu dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026 siang, sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat.
Dampak bagi iklim usaha nasional
Penekanan pemerintah pada publikasi data investasi memberi sinyal bahwa arus modal asing dan kepercayaan pelaku global sedang dijadikan pesan utama dalam komunikasi ekonomi nasional. Langkah ini juga menempatkan sektor investasi dan hilirisasi sebagai salah satu fokus penting dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan perebutan modal internasional.Kehadiran pejabat dari bidang energi, keuangan, pendidikan tinggi, hingga BUMN menunjukkan pembahasan investasi tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan kebutuhan koordinasi lintas sektor. Bagi dunia usaha, pemaparan resmi data investasi pada awal pekan dapat menjadi penanda arah kebijakan pemerintah dalam mendorong proyek strategis dan memperkuat persepsi pasar terhadap prospek Indonesia.
Perluasan KEK Gresik yang dipercepat pemerintah menjadi sorotan kami sebelumnya, seiring lonjakan realisasi investasi yang mendorong kapasitas manufaktur dan penguatan ekosistem industri serta pelabuhan terintegrasi. Artikel itu mencatat investasi kumulatif KEK Gresik mencapai Rp113,4 triliun hingga triwulan I-2026 dan penyerapan 45.860 tenaga kerja, dengan penekanan pada optimalisasi perizinan lintas instansi untuk mengakomodasi tingginya minat investor.
Berita Azerbaijan Ministry of Finance Terbaru
- Forex
- Crypto