Maybank Indonesia rencanakan akuisisi mayoritas Asuransi Etiqa Internasional Indonesia

Maybank Indonesia rencanakan akuisisi mayoritas Asuransi Etiqa Internasional Indonesia
Maybank akuisisi Etiqa

Maybank Indonesia menyiapkan langkah restrukturisasi internal grup dengan rencana mengambil alih mayoritas saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Transaksi ini menempatkan bank tersebut sebagai calon pemegang saham pengendali AEII jika seluruh persetujuan regulator dan pemegang saham diperoleh.

Sorotan

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk berencana mengakuisisi 51% saham PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, menjadikannya pemegang saham pengendali AEII.
  • Rencana akuisisi masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan dan pemegang saham, dengan masa keberatan kreditur 14 hari kalender sejak pengumuman.
  • Maybank Indonesia menyatakan aksi korporasi ini tidak berdampak material pada operasional, lebih fokus pada penataan kepemilikan dalam grup Maybank.

Rencana akuisisi dan proses persetujuan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia bahwa perseroan berencana membeli 51% saham ditempatkan dan disetor di PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia.

Corporate Secretary Maybank Indonesia Putu Dewika Angganingrum menyatakan aksi korporasi itu membuat Maybank Indonesia menjadi pemegang saham pengendali AEII apabila pengambilalihan berhasil dilaksanakan. Ia juga menjelaskan Maybank Indonesia dan AEII saat ini sama-sama berada dalam satu grup korporasi, yakni Maybank Group.

Rencana pengambilalihan ini masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan, serta persetujuan dari pemegang saham kedua perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk kreditur AEII, dapat mengajukan keberatan secara tertulis dalam waktu 14 hari kalender setelah pengumuman disertai alasan dan bukti pendukung.

Dampak bagi operasional dan sektor keuangan

Dewika menegaskan pengambilalihan tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha Maybank Indonesia. Pernyataan itu menunjukkan transaksi lebih diarahkan pada penataan kepemilikan di dalam grup dibanding perubahan model bisnis bank dalam waktu dekat.

Bagi sektor jasa keuangan Indonesia, langkah ini menambah perhatian pada konsolidasi dan penguatan sinergi antara bisnis perbankan dan asuransi dalam satu grup usaha. Namun realisasi akhir transaksi tetap bergantung pada penilaian regulator dan persetujuan korporasi yang masih berjalan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan suku bunga tinggi pada bank KBMI 1, kami membahas bagaimana kenaikan BI Rate ke 5,5% mempersempit ruang gerak bank bermodal inti kecil lewat kenaikan biaya dana dan tekanan likuiditas. Kami juga mencatat opsi yang paling realistis bagi bank-bank ini adalah memperkuat permodalan atau melakukan merger/konsolidasi untuk menjaga daya saing di tengah persaingan yang makin ketat.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.