OK Bank pertimbangkan kenaikan bunga simpanan setelah BI Rate naik

OK Bank pertimbangkan kenaikan bunga simpanan setelah BI Rate naik
OK Bank tinjau bunga simpanan

Persaingan penghimpunan dana pihak ketiga di industri perbankan kian ketat setelah BI Rate naik menjadi 5,5%, mendorong bank menyesuaikan strategi pendanaan dan likuiditas. OK Bank menyatakan sedang menimbang kenaikan bunga simpanan sambil menjaga basis dana nasabah eksisting agar biaya dana tetap terkendali.

Sorotan

  • OK Bank mempertimbangkan kenaikan bunga simpanan untuk merespons kenaikan BI Rate dan meningkatkan daya saing dalam perebutan dana pihak ketiga.
  • Per April 2026, total dana pihak ketiga OK Bank mencapai Rp 8,93 triliun, tumbuh 30,71% secara tahunan dengan 78,84% didominasi deposito.
  • Struktur dana yang dominan deposito membuat OK Bank lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga, berpotensi meningkatkan cost of fund ke depan.

Strategi pendanaan usai kenaikan BI Rate

KONTAN Indonesia melaporkan, PT Bank Oke Indonesia Tbk menyiapkan respons yang lebih selektif terhadap kenaikan suku bunga acuan dengan menawarkan produk yang kompetitif, memperkuat hubungan dengan nasabah, dan mengoptimalkan basis dana yang sudah ada.

Sekretaris Perusahaan sekaligus Direktur Kepatuhan OK Bank, Efdinal Alamsyah, mengatakan perseroan mencermati persaingan dana pihak ketiga yang semakin ketat dan akan menjaga basis dana dari nasabah eksisting. Ia juga menyebut bank mempertimbangkan peningkatan bunga simpanan sebagai respons atas kenaikan BI Rate.

Efdinal menegaskan bank tetap menjaga keseimbangan antara pendanaan dan kebutuhan likuiditas. Selain itu, penyaluran kredit diatur agar sejalan dengan pertumbuhan pendanaan sehingga kenaikan BI Rate diharapkan tidak terlalu membebani biaya dana OK Bank.

Dampak pada likuiditas dan struktur dana

Hingga April 2026, total dana pihak ketiga OK Bank mencapai Rp 8,93 triliun, naik 30,71% secara tahunan. Struktur pendanaan bank ini masih didominasi deposito, yang menyumbang 78,84% dari total DPK.

Komposisi tersebut menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap perubahan suku bunga, karena persaingan memperebutkan simpanan berjangka berpotensi meningkatkan cost of fund. Untuk menjaga kondisi likuiditas, OK Bank menyatakan tetap mengandalkan pengelolaan aset dan liabilitas yang prudent serta pertumbuhan kredit yang disesuaikan dengan kemampuan pendanaan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang dampak kenaikan BI Rate ke 5,5% pada bank KBMI 1, kami mengulas bagaimana bank bermodal inti kecil menghadapi tekanan untuk menaikkan bunga simpanan demi menjaga dana nasabah. Kondisi itu berisiko mendorong cost of fund naik dan mempersempit ruang ekspansi kredit, sehingga penguatan modal atau opsi merger makin relevan di tengah pergeseran dana ke bank besar maupun instrumen moneter.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.