Kemenkop targetkan sertifikasi bendahara Koperasi Merah Putih di Jakarta pada 2027
Pemerintah mendorong penguatan tata kelola keuangan Koperasi Kelurahan Merah Putih di DKI Jakarta seiring pembentukan koperasi tersebut yang masih baru. Kementerian Koperasi menargetkan seluruh bendahara memiliki sertifikat kompetensi resmi pada 2027 untuk menekan risiko kesalahan pengelolaan dana anggota.
Sorotan
- Kementerian Koperasi menargetkan sertifikasi kompetensi bendahara Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jakarta selesai pada tahun 2027.
- Pelaksanaan sertifikasi kompetensi akan dimulai tahun depan melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan Lembaga Sertifikasi Profesi.
- Pelatihan di Jakarta menekankan penguatan penyusunan laporan keuangan koperasi demi meningkatkan akuntabilitas tata kelola di level kelurahan.
Skema sertifikasi bendahara mulai disiapkan
Seperti dilaporkan Kompas.com, Kementerian Koperasi menyiapkan sertifikasi kompetensi bendahara Koperasi Kelurahan Merah Putih melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi, dengan pelaksanaan yang akan dieksekusi lewat Lembaga Sertifikasi Profesi pada tahun depan.Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kementerian Koperasi, Siti Aedah, mengatakan aspek keuangan menjadi titik paling penting dalam pengelolaan koperasi sehingga posisi bendahara diprioritaskan untuk memperoleh sertifikasi lebih dahulu. Menurut dia, uji kompetensi akan mencakup kemampuan pengelolaan arus kas, pencatatan, penyusunan jurnal, hingga pembuatan laporan keuangan tingkat kelurahan.
Siti menilai sertifikat BNSP bagi bendahara koperasi berfungsi seperti lisensi yang menegaskan kelayakan seseorang untuk menjalankan peran pengelolaan keuangan. Dengan sertifikasi tersebut, bendahara tidak hanya mengikuti pelatihan, tetapi juga dinyatakan lulus uji kompetensi secara resmi.
Fokus pelatihan pada penguatan laporan keuangan
Langkah sertifikasi ini sejalan dengan pembekalan pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih di Jakarta yang saat ini difokuskan pada kemampuan mengelola keuangan. Pelatihan yang digelar di Jakarta Pusat pada Rabu juga menempatkan materi koperasi, terutama laporan keuangan, sebagai bahasan utama.Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Deny Listiantoro, mengatakan sesi pelatihan mencakup pengembangan diri dan pendalaman materi koperasi, dengan penekanan pada penyusunan laporan keuangan. Fokus tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas bendahara dan pengurus menjadi bagian penting dari upaya membangun tata kelola koperasi yang lebih akuntabel di tingkat kelurahan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan pembangunan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami mengulas progres fisik puluhan ribu unit serta target pemerintah agar 30 ribu koperasi beroperasi pada Agustus 2026. Kami juga menyoroti kebutuhan dukungan anggaran 2027 untuk memperkuat program manajemen dan perkoperasian, agar ekspansi jaringan koperasi ini berdampak pada penguatan ekonomi lokal dan distribusi barang di tingkat desa/kelurahan.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto