Kopdes Merah Putih siapkan pengumpulan minyak jelantah untuk rantai pasok bioavtur
Pemerintah mendorong peran koperasi desa dan kelurahan dalam pengelolaan minyak jelantah dan sampah untuk memperkuat ekonomi hijau di Indonesia. Skema ini membuka jalur pengumpulan bahan baku yang kemudian diproses menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan melalui keterlibatan PT Pertamina Patra Niaga.
Sorotan
- Pemerintah melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan, Kopdes Merah Putih, dalam pengumpulan minyak jelantah untuk memperkuat rantai pasok bioavtur.
- Minyak jelantah yang dikumpulkan koperasi akan diproses dan dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bahan baku bioavtur, menghubungkan limbah rumah tangga dengan energi ramah lingkungan.
- Model ini memperluas fungsi koperasi menjadi bagian rantai pasok energi terbarukan dan berpotensi memperkuat ekonomi hijau serta pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Rencana pengumpulan jelantah melalui koperasi
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pemerintah berencana melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan, Kopdes Merah Putih, dalam pengelolaan minyak jelantah dan sampah sebagai bagian dari pengembangan program berbasis lingkungan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kementeriannya memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan inisiatif yang melibatkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.Dalam Forum Ekonomi Hijau di Jakarta pada Rabu, 17/6/2026, Ferry menyatakan minyak jelantah nantinya dapat dikumpulkan melalui koperasi desa dan kelurahan. Menurut dia, skema itu menempatkan koperasi sebagai titik pengumpulan dari masyarakat sebelum bahan tersebut masuk ke tahap pengolahan lebih lanjut.
Ferry menambahkan minyak jelantah yang terkumpul nantinya diproses dan dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk dijadikan bioavtur. Langkah itu menghubungkan pengelolaan limbah rumah tangga dengan kebutuhan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Dampak bagi ekonomi hijau dan pengelolaan sampah
Keterlibatan koperasi memperluas fungsi lembaga desa dan kelurahan dari sekadar wadah ekonomi anggota menjadi bagian dari rantai pasok sektor energi terbarukan. Jika berjalan, model ini dapat memperkuat pengumpulan bahan baku dari komunitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang sebelumnya tidak terkelola optimal.Selain minyak jelantah, Ferry juga menyoroti peran koperasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pendekatan ini menunjukkan pemerintah ingin menempatkan koperasi sebagai pelaksana lapangan dalam program lingkungan, dengan dampak potensial pada pengurangan limbah dan pengembangan usaha hijau di tingkat lokal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan pembangunan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kami membahas target pemerintah agar 30 ribu koperasi beroperasi pada Agustus 2026 serta progres pembangunan puluhan ribu unit di berbagai daerah. Kami juga menyoroti kebutuhan tambahan anggaran 2027 untuk memperkuat manajemen dan kelembagaan koperasi, yang dinilai penting agar jaringan koperasi desa semakin siap mendukung distribusi barang dan layanan ekonomi lokal.
Berita OJK Terbaru
- Forex
- Crypto