Jasindo nilai perlambatan ekonomi masih terkendali bagi bisnis asuransi
Di tengah penurunan premi industri asuransi umum dan reasuransi per April 2026, PT Asuransi Jasa Indonesia, Jasindo, menyatakan dampak perlambatan ekonomi terhadap kinerjanya masih dapat dikelola. Perusahaan menekankan strategi diversifikasi portofolio, disiplin underwriting, dan penguatan segmen dengan prospek pertumbuhan positif untuk menjaga profitabilitas jangka panjang.
Sorotan
- Premi industri asuransi umum dan reasuransi turun 4,32% secara tahunan menjadi Rp 53,43 triliun per April 2026 menurut OJK.
- Jasindo menjaga kualitas portofolio dengan disiplin underwriting, fokus pada profitabilitas jangka panjang di tengah perlambatan ekonomi.
- Jasindo mengandalkan diversifikasi portofolio, perluasan kolaborasi, dan pengembangan produk untuk menahan dampak perlambatan ekonomi hingga akhir 2026.
Strategi Jasindo menjaga kualitas pertumbuhan
Kepada KONTAN, Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan penurunan premi industri sebesar 4,32% secara tahunan per April 2026 merupakan bagian dari dinamika ekonomi global dan aktivitas bisnis di sejumlah sektor.Ia menilai fundamental industri asuransi umum dan reasuransi masih cukup baik. Menurutnya, kondisi itu tercermin dari pertumbuhan laba yang didukung pengelolaan risiko yang lebih prudent, perbaikan hasil investasi, serta kualitas underwriting yang semakin terjaga.
Dari sisi internal, Jasindo berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas portofolio bisnis melalui penerapan underwriting yang disiplin serta pengelolaan risiko yang optimal. Perusahaan menyatakan fokusnya tidak hanya pada volume premi, tetapi juga pada keberlanjutan profitabilitas dan kualitas bisnis dalam jangka panjang.
Dampak industri dan agenda hingga akhir tahun
Jasindo menyebut perlambatan ekonomi memang memberi tantangan bagi industri asuransi, namun dampaknya terhadap perusahaan masih dapat dikelola melalui diversifikasi portofolio dan penguatan bisnis pada segmen korporasi maupun ritel yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan positif.Otoritas Jasa Keuangan, OJK, sebelumnya mencatat premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 53,43 triliun per April 2026, turun 4,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data itu menjadi latar bagi pelaku industri untuk menyeimbangkan ekspansi premi dengan kualitas risiko di tengah perlambatan ekonomi.
Untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun, Jasindo menyatakan akan memperluas kolaborasi dengan mitra strategis dan pemangku kepentingan. Perusahaan juga mengoptimalkan pengembangan produk dan layanan sesuai kebutuhan pasar, meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, serta memperkuat literasi dan inklusi asuransi guna memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan risiko.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kontraksi premi asuransi umum dan reasuransi per April 2026, kami mengulas penurunan premi 4,32% yoy menjadi Rp 53,43 triliun yang mencerminkan perlambatan aktivitas ekonomi dan penyesuaian permintaan di sejumlah sektor. Kami juga menyoroti lini bisnis yang tertekan serta faktor siklus pembaruan polis dan proyek, dengan prospek 2026 yang diperkirakan tetap moderat dan bergantung pada pemulihan ekonomi, pembiayaan, dan realisasi proyek.
- Forex
- Crypto