Bank Indonesia catat volume transaksi QRIS melonjak 95,10% pada Mei 2026
Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia tetap tinggi pada Mei 2026, mencerminkan meluasnya adopsi pembayaran nontunai di tengah aktivitas domestik yang terjaga. Di saat yang sama, volume pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi, dengan QRIS menjadi pendorong utama kenaikan di berbagai sektor.
Sorotan
- Volume transaksi QRIS melonjak 95,10% yoy pada Mei 2026, didorong peningkatan jumlah pengguna dan merchant menurut Bank Indonesia.
- Volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar, naik 28,14% yoy, didukung mobile banking tumbuh 26,16% dan internet banking naik 15,51%.
- Kinerja BI-Fast catat volume 518 juta transaksi ritel (+31,63% yoy) dengan nilai Rp1.265 triliun, sementara BI-RTGS mencapai Rp15.618 triliun (+8,08% yoy).
Kinerja pembayaran digital dan infrastruktur Mei 2026
KONTAN Indonesia melaporkan, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital tumbuh 28,14% secara tahunan menjadi 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan capaian itu didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis, 18 Juni 2026.Dari sisi kanal, volume transaksi melalui mobile banking tumbuh 26,16% secara tahunan, sementara internet banking meningkat 15,51%. QRIS tetap menjadi motor utama, dengan volume transaksi melonjak 95,10% secara tahunan seiring bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
Di sisi infrastruktur, BI-Fast juga mencatat kinerja positif hingga Mei 2026 dengan volume transaksi ritel mencapai 518 juta transaksi, naik 31,63% secara tahunan. Nilai transaksi yang diproses melalui BI-Fast mencapai Rp1.265 triliun pada periode tersebut, sementara volume transaksi BI-RTGS naik 1,98% menjadi 0,78 juta transaksi dengan nilai tumbuh 8,08% menjadi Rp15.618 triliun.
Dampak pada aktivitas ekonomi domestik
Menurut Perry, tingginya pertumbuhan transaksi digital menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga dan semakin ditopang digitalisasi sistem pembayaran nasional. Perluasan akseptasi pembayaran digital di berbagai sektor menjadi faktor utama yang memperkuat tren tersebut.Selain transaksi digital, permintaan uang kartal juga masih meningkat. Bank Indonesia mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan tumbuh 15,80% secara tahunan menjadi Rp1.324 triliun pada Mei 2026, menandakan kebutuhan alat pembayaran tunai tetap naik di tengah percepatan penggunaan kanal digital.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit perbankan Indonesia pada Mei 2026, kami membahas kenaikan kredit yang mencapai 11,51% secara tahunan, dengan pendorong utama dari kredit investasi serta dukungan likuiditas dan permodalan bank yang tetap kuat. Ulasan itu juga menyoroti penilaian Bank Indonesia bahwa ketahanan perbankan masih solid di tengah risiko eksternal, sehingga fungsi intermediasi bank dinilai tetap menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto