Premi asuransi kendaraan Indonesia naik tipis pada kuartal I-2026 di tengah penjualan mobil yang menguat
Di tengah persaingan harga mobil yang makin ketat dan ketidakpastian insentif otomotif, premi asuransi kendaraan bermotor di Indonesia tetap bertumbuh pada kuartal I-2026. Lini ini masih menjadi kontributor premi terbesar kedua di industri asuransi umum, sementara peluang baru mulai muncul dari kenaikan pangsa pasar kendaraan listrik.
Sorotan
- Pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor Indonesia naik 2,9% year-on-year menjadi Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, menyumbang 17,3% pangsa pasar.
- Total penjualan mobil nasional secara wholesales tumbuh 1,7% year-on-year menjadi 209.021 unit, dengan kendaraan listrik mencapai 33.000 unit atau 16% dari total.
- Total klaim asuransi kendaraan bermotor naik tipis 0,2% menjadi Rp 1,82 triliun, sementara asuransi masih mengevaluasi produk untuk risiko kendaraan listrik.
Pertumbuhan premi dan tekanan pasar otomotif
KONTAN Indonesia melaporkan, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, AAUI, menunjukkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pangsa pasar lini ini mencapai 17,3%, menjadikannya kontributor premi terbesar kedua bagi industri asuransi umum.Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan industri kendaraan bermotor masih menghadapi tantangan dari daya beli masyarakat. Ia menilai ketidakpastian terkait kelanjutan insentif di sektor otomotif berpotensi memengaruhi permintaan kendaraan baru dan menahan pertumbuhan pasar kendaraan.
Menurut Budi, insentif yang diberikan pemerintah selama ini membantu menjaga minat masyarakat untuk membeli kendaraan, baik secara tunai maupun kredit. Karena itu, prospek asuransi kendaraan bermotor tetap berkaitan erat dengan perkembangan penjualan kendaraan nasional dan arah kebijakan fiskal untuk sektor otomotif.
Dampak klaim dan peluang kendaraan listrik
Di sisi lain, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Gaikindo, menunjukkan total penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari 205.539 unit pada periode yang sama tahun lalu. Pada Maret 2026, penjualan kendaraan listrik tercatat sekitar 33.000 unit atau setara 16% dari total penjualan mobil nasional.AAUI mencatat total klaim asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 1,82 triliun pada kuartal I-2026, meningkat tipis 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai itu menjadikan lini kendaraan bermotor sebagai penyumbang klaim terbesar ketiga di industri asuransi umum dengan kontribusi 14,1% terhadap total klaim.
Budi mengatakan perkembangan kendaraan listrik berpotensi menjadi peluang baru bagi industri asuransi, tetapi tidak semua perusahaan sudah memiliki produk yang sesuai dengan karakteristik risikonya. Menurutnya, industri masih perlu melakukan kajian lebih lanjut karena risiko kendaraan listrik berbeda dengan kendaraan konvensional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang melemahnya kredit kendaraan bermotor di perbankan nasional hingga April 2026, kami membahas kontraksi penyaluran kredit yang dipicu daya beli rumah tangga yang belum pulih, kenaikan biaya kepemilikan (termasuk harga BBM), serta tekanan pelemahan rupiah yang mendorong harga kendaraan dan berpotensi mengerek bunga kredit. Kami juga menyoroti bahwa pemulihan permintaan kredit sangat bergantung pada perbaikan kondisi makro, sementara bank cenderung memperketat selektivitas dan fokus menjaga kualitas portofolio di tengah risiko kenaikan suku bunga.
- Forex
- Crypto