BCA lanjutkan relaksasi kartu kredit BI, outstanding capai Rp 25,1 triliun
Di tengah tekanan daya beli, bisnis kartu kredit PT Bank Central Asia Tbk tetap tumbuh seiring berlanjutnya penggunaan instrumen pembayaran non-tunai dan pembiayaan konsumsi. Bank itu juga siap mengikuti perpanjangan relaksasi kartu kredit Bank Indonesia hingga 31 Desember 2026, termasuk ketentuan minimum pembayaran 5% dari total tagihan.
Sorotan
- BCA siap mengikuti perpanjangan relaksasi kartu kredit Bank Indonesia hingga 31 Desember 2026, menjaga minimum pembayaran 5% dan denda keterlambatan maksimal Rp 100.000.
- Outstanding pinjaman konsumer BCA, mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 6,8% year-on-year menjadi Rp 25,1 triliun per Maret 2026.
- Rasio NPL kartu kredit BCA tetap sehat dan total NPL perseroan terjaga di 1,8%, menunjukkan kualitas aset yang stabil di tengah pertumbuhan konsumsi.
Perpanjangan relaksasi hingga akhir 2026
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, BCA menyatakan siap menyesuaikan diri dengan kebijakan Bank Indonesia yang memperpanjang relaksasi kartu kredit sampai 31 Desember 2026. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan pada prinsipnya selalu mencermati dan sejalan dengan kebijakan regulator dan otoritas perbankan, termasuk pelonggaran minimum pembayaran kartu kredit.Menurut BCA, fasilitas minimum pembayaran 5% masih dimanfaatkan sebagian nasabah sebagai opsi fleksibilitas pembayaran, terutama untuk mengatur arus kas pribadi. Kebijakan ini sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2026, namun kini diperpanjang sehingga batas minimum pembayaran tetap lebih rendah dari ketentuan normal 10%.
Selain itu, BI juga mempertahankan kebijakan denda keterlambatan maksimal 1% dari total tagihan dan tidak melebihi Rp 100.000. BCA menambahkan telah menyiapkan sistem apabila kebijakan relaksasi sewaktu-waktu dinormalisasi, agar transisi berjalan lancar dan kualitas layanan kepada nasabah tetap terjaga.
Pertumbuhan kredit dan kualitas aset
Portofolio kartu kredit BCA masih menunjukkan pertumbuhan positif hingga Maret 2026. Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, naik 6,8% secara tahunan menjadi Rp 25,1 triliun.BCA menilai pertumbuhan itu mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai dan pembiayaan konsumsi yang tetap terjaga. Dari sisi kualitas aset, perseroan menyebut rasio NPL kartu kredit masih berada pada level sehat, sehingga total NPL BCA secara keseluruhan tetap terjaga di 1,8%.
Ke depan, BCA tetap optimistis bisnis kartu kredit masih memiliki ruang tumbuh seiring meningkatnya transaksi digital dan konsumsi masyarakat. Untuk mendorong ekspansi, bank ini berencana terus menghadirkan program promosi serta memperluas kerja sama dengan mitra bisnis guna menambah nilai bagi nasabah di berbagai segmen.
Perpanjangan relaksasi kartu kredit Bank Indonesia hingga 31 Desember 2026 sebelumnya telah kami ulas, termasuk ketentuan minimum pembayaran tetap 5% (dari normal 10%) serta denda keterlambatan maksimal 1% dari total tagihan dengan batas Rp100.000. Dalam ulasan itu, kami menyoroti bagaimana kebijakan ini dinilai dapat mendorong transaksi ritel sekaligus membuat bank menjaga kualitas aset lewat mitigasi risiko dan penguatan fitur layanan digital.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto