Ashutosh Sureka

Asuransi Asei memperkirakan bisnis asuransi kendaraan tumbuh lebih moderat hingga akhir 2026

Asuransi Asei memperkirakan bisnis asuransi kendaraan tumbuh lebih moderat hingga akhir 2026
Prospek Asuransi Kendaraan 2026

Prospek asuransi kendaraan bermotor di Indonesia dinilai tetap positif hingga akhir 2026, meski lajunya tidak sekuat saat pasar otomotif berada dalam fase ekspansi. Ruang pertumbuhan masih terbuka karena penetrasi asuransi kendaraan relatif rendah, sementara kebutuhan perlindungan untuk kendaraan pribadi dan operasional perusahaan tetap terjaga.

Sorotan

  • Premi asuransi kendaraan bermotor Indonesia mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,9% yoy, kontribusi 17,3% industri asuransi umum.
  • Premi bruto Asei melonjak 687,2% menjadi Rp 334,71 miliar per Maret 2026, namun portofolio utama masih didominasi asuransi perdagangan dan keuangan.
  • Pertumbuhan premi asuransi kendaraan bergantung pada penjualan mobil, pembiayaan otomotif, tekanan daya beli, harga kendaraan, klaim, dan persaingan tarif.

Prospek premi dan strategi pertumbuhan 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Asuransi Asei Indonesia melihat lini asuransi kendaraan masih memiliki peluang tumbuh pada sisa 2026 walau pergerakan pasarnya lebih moderat. Pandangan ini sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia yang mencatat premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,9% secara tahunan, dengan pangsa 17,3% sebagai kontributor premi terbesar kedua di industri asuransi umum.

Direktur Utama Asuransi Asei Indonesia, Dody Dalimunthe, mengatakan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap perlindungan kendaraan tetap ada. Ia menilai penetrasi asuransi kendaraan masih rendah karena pembelian kendaraan secara tunai tidak selalu disertai proteksi, berbeda dengan pembelian melalui perusahaan pembiayaan yang umumnya sudah dibundel dengan produk asuransi.

Asei juga menyatakan lini asuransi kendaraan belum menjadi bisnis dominan dalam portofolionya, tetapi perusahaan sedang mengembangkan bisnis asuransi ritel, termasuk produk kendaraan bermotor. Per Maret 2026, total premi bruto Asei tercatat Rp 334,71 miliar, melonjak 687,2% dibandingkan Rp 42,52 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, meski perusahaan menegaskan portofolio utamanya tetap berada pada asuransi perdagangan dan asuransi keuangan lainnya.

Dampak pasar otomotif dan tantangan industri

Permintaan asuransi kendaraan juga ditopang oleh meningkatnya kesadaran terhadap risiko kecelakaan, bencana alam, dan kenaikan biaya perbaikan kendaraan. Namun, pertumbuhan premi ke depan sangat bergantung pada perkembangan penjualan kendaraan baru dan aktivitas pembiayaan otomotif.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari 205.539 unit pada periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, Asei menilai kinerja asuransi kendaraan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat, pertumbuhan kredit otomotif, tingkat suku bunga, harga kendaraan dan suku cadang, frekuensi klaim, serta ketatnya persaingan tarif premi.

Untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas, perusahaan memperkuat kualitas underwriting, meningkatkan bisnis perpanjangan polis, memperluas kerja sama dengan perusahaan pembiayaan, dealer, dan kanal digital, serta mengoptimalkan layanan digital dan proses klaim. Asei juga melakukan diversifikasi portofolio dan menyiapkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk perlindungan bagi kendaraan listrik yang mulai membuka peluang baru sekaligus tantangan risiko bagi industri.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit perbankan Indonesia hingga Mei 2026, kami mencatat kredit naik 11,51% YoY dengan dorongan utama dari kredit investasi, sementara kredit modal kerja meningkat dan kredit konsumsi melambat. Kami juga menyoroti bahwa laju ekspansi tidak merata—bank-bank Himbara lebih agresif, sedangkan sejumlah bank swasta cenderung selektif—serta membahas faktor likuiditas dan ketahanan perbankan yang memengaruhi penyaluran pembiayaan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.