Indonesia dorong event olahraga internasional untuk tingkatkan devisa pariwisata

Indonesia dorong event olahraga internasional untuk tingkatkan devisa pariwisata
Sport tourism dongkrak devisa

Di tengah upaya mempercepat pemasukan devisa, sport tourism dinilai bisa menjadi pengungkit yang lebih cepat dibanding hanya mengandalkan destinasi pantai, candi, dan wisata alam. Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Gandung Pardiman menilai penyelenggaraan ajang olahraga internasional juga memberi efek langsung ke hotel, maskapai, pelaku usaha, dan UMKM.

Sorotan

  • Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 menarik 45.000 peserta, termasuk 1.012 wisatawan mancanegara yang menginap 3–5 hari dan membelanjakan devisa.
  • Belanja peserta sport tourism dua hingga tiga kali lipat wisatawan biasa, menciptakan efek berganda bagi hotel, transportasi, kuliner, dan UMKM lokal.
  • Indonesia didorong Gandung Pardiman untuk memprioritaskan sport tourism berbasis event internasional guna meningkatkan daya saing dan pemasukan devisa pariwisata.

JAKIM jadi contoh dorongan sport tourism

KOMPAS.com melaporkan, Gandung Pardiman dalam keterangannya pada Jumat, 19 Juni 2026, mengatakan Indonesia perlu mengolaborasikan destinasi wisata dengan event olahraga skala internasional untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan menambah devisa secara cepat.

Ia mencontohkan Jakarta International Marathon, JAKIM, yang baru saja diselenggarakan sebagai instrumen efektif untuk mendatangkan devisa sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, belanja pelari dari luar negeri dan domestik mencakup hotel, tiket pesawat, konsumsi, hingga oleh-oleh, sehingga dampaknya langsung dirasakan pelaku usaha.

Gandung menyebut dari 45.000 peserta JAKIM, sebanyak 1.012 di antaranya merupakan wisatawan mancanegara. Ia mengatakan pelari asing itu menginap selama tiga sampai lima hari, berbelanja, dan mengunjungi destinasi wisata di Jakarta selama agenda lomba berlangsung.

Dampak ekonomi bagi pariwisata dan UMKM

Menurut Gandung, wisatawan mancanegara yang datang untuk agenda sport tourism membelanjakan dana dua sampai tiga kali lebih besar dibanding wisatawan biasa karena sering datang bersama tim, keluarga, dan fisioterapis. Pola belanja itu menciptakan efek berganda bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan usaha kecil di lokasi penyelenggaraan.

Ia menilai kombinasi olahraga dan pariwisata perlu dijadikan prioritas nasional agar promosi destinasi tidak berhenti pada pemasaran semata. Dalam pandangannya, Indonesia membutuhkan lebih banyak event internasional yang mampu menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing sekaligus memperluas sumber devisa di sektor pariwisata.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang persiapan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, kami menyoroti bagaimana ajang balap ini mendorong pariwisata dan investasi di Nusa Tenggara Barat sekaligus memperkuat promosi Indonesia di panggung global. Kami juga mencatat manfaat jangka panjangnya, mulai dari penguatan kualitas tenaga kerja lokal—termasuk marshal yang kini sepenuhnya berasal dari NTB—hingga perluasan citra Mandalika sebagai destinasi unggulan menuju kelas dunia.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.