Bank syariah dorong pertumbuhan bisnis lewat aplikasi digital di Indonesia
Lonjakan penggunaan layanan keuangan digital mendorong bank syariah di Indonesia memperkuat aplikasi mobile sebagai saluran utama ekspansi bisnis dan akuisisi nasabah. Pada Mei 2026, volume transaksi keuangan melalui aplikasi mobile digital tumbuh 26,16% secara tahunan, sementara total transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi, naik 28,14% year on year.
Sorotan
- Pengguna aplikasi BYOND milik PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSI) per April 2026 mencapai lebih dari 10 juta, naik 25% secara tahunan, dengan total nasabah BSI 23,7 juta.
- Pembiayaan cicil emas melalui aplikasi BSI mencapai Rp16,93 triliun hingga April 2026, tumbuh 97,9% secara tahunan berkat transformasi digital.
- Transaksi QRIS melalui aplikasi Muamalat DIN milik PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada Mei 2026 tumbuh 74,87% secara tahunan, volume naik 58,12%.
Pertumbuhan pengguna dan transaksi kian cepat
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, percepatan adopsi digital membuka ruang bagi bank syariah untuk memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi melalui aplikasi masing-masing.PT Bank Syariah Nasional Tbk (BSI) menyatakan investasinya pada layanan digital terus menopang pertumbuhan bisnis. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan pengguna aplikasi BYOND mencapai lebih dari 10 juta pada April 2026, naik 25% secara tahunan, sementara total nasabah BSI mencapai 23,7 juta.
Menurut Wisnu, transformasi digital menjadi salah satu kunci akselerasi pertumbuhan bisnis BSI. Ia menambahkan keunggulan BYOND terletak pada ragam fitur layanan syariah, termasuk transaksi finansial, BSI Emas, transaksi sosial, donasi masjid terdekat, dan arah kiblat.
Sebagai bullion bank, BSI juga mencatat dorongan pada pembiayaan emas dari kehadiran aplikasi digital. Hingga April 2026, pembiayaan cicil emas BSI mencapai Rp16,93 triliun, tumbuh 97,9% secara tahunan.
PT Bank BCA Syariah juga menyebut aplikasi BSya memberi kontribusi kuat terhadap pertumbuhan bisnis dan akuisisi nasabah baru. Direktur BCA Syariah Pranata Nazamuddin mengatakan pengguna BSya mencapai sekitar 221.000 nasabah pada Mei 2026, dengan kontribusi 69% terhadap total nasabah baru sepanjang 2026.
Dampak bagi persaingan perbankan syariah
Perkembangan ini menunjukkan aplikasi digital kini menjadi sarana penting bagi bank syariah untuk menjangkau segmen pasar yang lebih spesifik, terutama nasabah muda yang mencari layanan keuangan syariah yang mudah diakses dan inklusif.BSI menyatakan optimistis jumlah pengguna kanal digitalnya terus meningkat tahun ini, terutama dengan menyasar generasi Z dan milenial. Fokus itu sejalan dengan tren industri yang menempatkan pengalaman digital sebagai pendorong utama pertumbuhan dana, pembiayaan, dan loyalitas nasabah.
Di sisi lain, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kenaikan tajam transaksi QRIS melalui aplikasi Muamalat DIN. Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menuturkan jumlah transaksi QRIS pada Mei 2026 tumbuh 74,87% secara tahunan, sedangkan volume transaksinya naik 58,12%.
Bank Muamalat menyatakan pembayaran digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga perseroan terus mengoptimalkan Muamalat DIN sambil memperluas penetrasi dan akuisisi merchant. Dengan jaringan ekosistem merchant yang makin luas, bank ini menilai pertumbuhan pengguna dan transaksi aplikasi masih berpotensi berlanjut.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja PT Bank Syariah Nasional (BSN) hingga Mei 2026, kami menyoroti kenaikan laba bersih menjadi Rp 473,75 miliar yang ditopang pertumbuhan pendapatan pengelolaan dana, pembiayaan, dan dana pihak ketiga. Kami juga mencatat komitmen BSN untuk memperkuat transformasi bisnis dan memperluas layanan digital agar pertumbuhan tetap berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto