Indonesia dorong kerja sama nuklir dengan Rusia untuk pengembangan listrik

Indonesia dorong kerja sama nuklir dengan Rusia untuk pengembangan listrik
Kolaborasi nuklir Indonesia-Rusia

Indonesia sedang mematangkan rencana pengembangan energi nuklir untuk menambah kapasitas listrik nasional di tengah kebutuhan pasokan energi jangka panjang. Pembicaraan dengan Rusia mencakup proyek pembangkit, infrastruktur nuklir, pelatihan tenaga kerja, dan penyesuaian dengan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Sorotan

  • Pertemuan 12 Mei 2026 antara Presiden Prabowo dan Direktur Jenderal Rosatom membahas peluang kerja sama energi nuklir, pembangkit skala besar, serta reaktor modular kecil.
  • Rosatom menawarkan pendekatan komprehensif pembangunan infrastruktur nuklir dan integrasi energi nuklir ke sistem listrik Indonesia, menargetkan kemitraan jangka panjang serta kedaulatan teknologi.
  • Rencana pengembangan PLTN modular kecil resmi dibahas dalam Sidang Komisi Bersama ke-14 Indonesia-Rusia pada 14 Mei 2026, memperluas komitmen investasi ketenagalistrikan berbasis energi baru terbarukan.

Agenda kerja sama dan ruang lingkup proyek

Seperti diberitakan Kompas.com, dorongan terbaru kerja sama ini mengemuka setelah Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 12 Mei 2026. Pertemuan itu juga dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, BRIN, PT PLN, dan Ketua DPD RI Sutan Bachtiar Najamudin.

Kedua pihak membahas peluang kerja sama Rusia dan Indonesia dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengembangan proyek tenaga nuklir, infrastruktur nuklir, pelatihan personel, serta pemanfaatan teknologi nuklir di luar sektor energi. Rosatom menyatakan siap menawarkan pendekatan komprehensif bagi program nuklir nasional Indonesia, mencakup solusi pembangkit skala besar, reaktor modular kecil, dan unit pembangkit listrik terapung.

Perusahaan Rusia itu juga menekankan pentingnya integrasi energi nuklir ke dalam sistem tenaga listrik Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi geografis negara kepulauan. Rosatom menyebut pengembangan energi nuklir menjadi tujuan ambisius Indonesia dan diposisikan sebagai kemitraan jangka panjang yang juga menyasar penguatan kompetensi nasional dan kedaulatan teknologi.

Dampak bagi strategi energi nasional

Pembahasan lanjutan juga berlangsung saat Alexey Likhachev mengunjungi BRIN di Jakarta pada 13 Mei 2026. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya ditugaskan menjajaki kerja sama dengan Rosatom terkait pengembangan teknologi nuklir yang telah dirintis sejak 2006.

Arif menilai penguasaan teknologi nuklir penting, namun pelibatan ilmu sosial juga krusial untuk memetakan penerimaan publik, memitigasi dampak sosial ekonomi, dan memastikan proses penjajakan berjalan transparan, aman, serta humanis. Penekanan ini menunjukkan bahwa agenda nuklir Indonesia tidak hanya menyangkut teknologi dan pasokan listrik, tetapi juga kesiapan kelembagaan dan sosial.

Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir kemudian masuk dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama ke-14 Indonesia dan Rusia di Kazan pada 14 Mei 2026. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan kerja sama energi dengan Rusia telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu migas, kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang target serapan biomassa PLN Energi Primer Indonesia, kami mengulas rencana peningkatan penyerapan biomassa hingga 10 juta ton pada 2030 untuk memperkuat ketahanan energi dan mendukung target Net Zero Emissions 2060. Kami juga menyoroti percepatan pengembangan bahan bakar bersih seperti Compressed Biomethane Gas (CBG) dari Palm Oil Mill Effluent (POME), serta usulan Indonesian Bioenergy Index sebagai acuan harga nasional guna menstabilkan pasar dan menarik investasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.