Jasindo bidik pemulihan premi asuransi kendaraan hingga akhir 2026

Jasindo bidik pemulihan premi asuransi kendaraan hingga akhir 2026
Jasindo bidik premi 2026

Prospek asuransi kendaraan bermotor di Indonesia dinilai masih terbuka pada sisa 2026, ditopang pertumbuhan industri otomotif nasional dan aktivitas ekonomi yang berlanjut. Di tingkat industri, premi asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026, naik 2,9% secara tahunan dan menyumbang 17,3% pangsa pasar asuransi umum.

Sorotan

  • Pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor nasional pada kuartal I-2026 mencapai Rp 5,39 triliun, menjadi kontributor terbesar kedua di sektor asuransi umum.
  • Premi bruto Jasindo per Maret 2026 turun menjadi Rp 630,76 miliar dari Rp 729,56 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, meski prospek pasar tetap positif.
  • Penjualan mobil wholesales Indonesia kuartal I-2026 tumbuh 1,7% menjadi 209.021 unit, didorong peningkatan pembiayaan kendaraan dan kolaborasi bisnis Jasindo.

Strategi Jasindo dan dasar prospek pasar

Seperti dilaporkan KONTAN, PT Asuransi Jasa Indonesia, Jasindo, melihat peluang pertumbuhan asuransi kendaraan masih cukup terbuka hingga akhir tahun 2026. Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan kenaikan penjualan kendaraan dan aktivitas ekonomi berpotensi mendorong kebutuhan perlindungan kendaraan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Pandangan itu sejalan dengan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, AAUI, yang mencatat pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 5,39 triliun pada kuartal I-2026. Lini usaha ini menjadi kontributor premi terbesar kedua di industri asuransi umum.

Brellian menilai permintaan terhadap produk proteksi masih terjaga, tercermin dari pertumbuhan premi industri asuransi umum pada kuartal pertama tahun ini. Untuk menjaga kinerja, Jasindo terus memperkuat kolaborasi dengan perbankan, perusahaan pembiayaan, dan dealer kendaraan, sekaligus mengoptimalkan kanal digital untuk memudahkan akses dan meningkatkan layanan nasabah.

Tekanan kinerja dan faktor pendorong sisa tahun ini

Meski prospek pasar dinilai positif, premi asuransi kendaraan Jasindo hingga April 2026 masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Maret 2026, total premi bruto Jasindo tercatat Rp 630,76 miliar, turun dari Rp 729,56 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan melihat peluang perbaikan pada sisa tahun ini seiring pertumbuhan pasar otomotif, peningkatan aktivitas pembiayaan kendaraan, serta upaya memperkuat penetrasi pasar dan memperluas kerja sama bisnis. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Gaikindo, menunjukkan penjualan mobil wholesales pada kuartal I-2026 mencapai 209.021 unit, naik 1,7% dari 205.539 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Jasindo, kinerja asuransi kendaraan saat ini dipengaruhi oleh penjualan kendaraan baru, pertumbuhan kredit atau pembiayaan otomotif, daya beli masyarakat, tingkat persaingan tarif di industri, dan preferensi konsumen terhadap produk perlindungan. Di sisi lain, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan aset juga dinilai menjadi faktor positif bagi pertumbuhan bisnis asuransi kendaraan.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang prospek asuransi kendaraan bermotor hingga akhir 2026, kami menyoroti bahwa ruang ekspansi masih terbuka seiring pertumbuhan industri otomotif dan kebutuhan proteksi aset, dengan premi industri kuartal I-2026 mencapai Rp 5,39 triliun. Kami juga mencatat tantangan yang menekan kinerja, termasuk penurunan premi bruto Jasindo per Maret 2026, serta faktor penopang seperti penjualan mobil, pembiayaan otomotif, dan penguatan kerja sama distribusi serta kanal digital.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.