Bank Woori Saudara perketat edukasi keamanan digital untuk cegah penipuan call center palsu

Bank Woori Saudara perketat edukasi keamanan digital untuk cegah penipuan call center palsu
Cegah penipuan digital

Maraknya penipuan digital yang mencatut nama perbankan mendorong PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk mengingatkan nasabah agar hanya memakai kanal resmi saat menghadapi kendala BWS Mobile. Bank menegaskan bahwa pemblokiran akses, lupa kata sandi, salah PIN, dan gangguan transaksi digital kerap dimanfaatkan pelaku untuk mengarahkan korban ke nomor layanan palsu.

Sorotan

  • BWS menegaskan tidak pernah meminta PIN, password, kode OTP, CVV/CVC, atau data rahasia nasabah melalui telepon, WhatsApp, SMS, email, atau media sosial.
  • BWS mengimbau nasabah menolak instruksi transfer dana, tautan mencurigakan, dan permintaan akses mobile banking dari pihak tidak dikenal sebagai antisipasi penipuan.
  • BWS meningkatkan edukasi keamanan digital untuk memperkuat perlindungan konsumen dari modus penipuan berkedok call center serta menjaga integritas layanan perbankan.

Perlindungan nasabah dan dampaknya bagi layanan perbankan

BWS menegaskan bank tidak pernah meminta PIN, password, kode OTP, CVV atau CVC, nomor kartu, maupun data rahasia nasabah melalui telepon, WhatsApp, SMS, email, tautan, atau media sosial. Nasabah diminta segera menghentikan komunikasi jika ada pihak yang mengaku petugas bank dan meminta informasi tersebut.

Bank juga meminta nasabah tidak mengakses tautan mencurigakan, tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, serta tidak memberikan persetujuan transaksi kepada pihak yang tidak dikenal. Instruksi untuk memindahkan dana, membagikan kode verifikasi, atau menyerahkan akses mobile banking perlu dicurigai sebagai upaya penipuan.

Menurut BWS, penguatan edukasi keamanan digital terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perlindungan konsumen. Langkah itu ditujukan agar nasabah semakin memahami risiko penipuan yang mengatasnamakan Bank Woori Saudara, termasuk modus call center palsu dan WhatsApp palsu, sehingga keamanan transaksi dan perlindungan data tetap terjaga.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang revisi Rencana Bisnis Bank 2026, kami membahas bahwa OJK masih merampungkan pembahasan dan negosiasi dengan industri perbankan hingga Juli 2026 untuk menentukan apakah target kinerja bank akan direvisi naik atau turun. Kami juga menyoroti bahwa prospek makroekonomi dan perbaikan sejumlah indikator menjadi faktor utama yang memengaruhi strategi bank dalam menyusun ulang target bisnisnya.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.