Bank Woori Saudara rombak direksi dan komisaris untuk memperkuat transformasi bisnis

Bank Woori Saudara rombak direksi dan komisaris untuk memperkuat transformasi bisnis
Woori Saudara rombak manajemen

PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk mengubah susunan dewan komisaris dan direksi setelah persetujuan pemegang saham dalam RUPST yang digelar pada 26 Mei 2026. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat eksekusi strategi dan mendukung perbaikan kinerja perseroan di tengah tantangan industri perbankan setelah periode 2025.

Sorotan

  • Bank Woori Saudara merombak jajaran manajemen lewat RUPS Tahunan di Jakarta untuk mendukung efektivitas dan keberlanjutan strategi bisnis.
  • Jumlah Komisaris Independen meningkat menjadi tiga, sementara empat direktur lama digantikan dan ditambah satu posisi baru di direksi.
  • Pengangkatan Han Chang Sik sebagai Presiden Direktur dan empat direktur baru menunggu persetujuan OJK sebelum berlaku efektif.

Perubahan susunan manajemen dan proses efektif

KONTAN melaporkan, perubahan jajaran manajemen Bank Woori Saudara disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang berlangsung di Jakarta. Direktur BWS Moon Sungwon mengatakan restrukturisasi ini diharapkan meningkatkan efektivitas pelaksanaan strategi perusahaan agar lebih terarah, prudent, dan berkelanjutan.

Dalam susunan baru, Arief Budiman tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris. Posisi Komisaris Independen kini ditempati Ahmad Fajarprana, Tippy Joesoef, dan Yudi Permana, sedangkan Kim Ki Joo menjabat Komisaris.

Di jajaran direksi, Han Chang Sik ditunjuk sebagai Presiden Direktur bersama Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto. Moon Sungwon menegaskan pengangkatan Presiden Direktur dan sejumlah direktur baru itu masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan agar berlaku efektif.

Dampak pada tata kelola dan arah bisnis

Perubahan ini menambah jumlah Komisaris Independen menjadi tiga orang dari sebelumnya dua orang, setelah posisi yang sebelumnya diisi Adi Haryadi digantikan dan diperkuat oleh masuknya Tippy Joesoef serta Yudi Permana. Dari sisi direksi, terdapat empat nama yang tidak lagi menjabat, yaitu Wuryanto Suyud, Edwin Sulaerman, Benny S Tan, dan Abdurachman Hadi.

Perseroan juga menambah satu posisi direksi baru yang ditempati Moon Sungwon serta mengangkat empat direktur baru, yakni Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto. Perombakan ini menunjukkan fokus Bank Woori Saudara pada penguatan tata kelola dan percepatan transformasi operasional di tengah tekanan yang masih membayangi sektor perbankan.

Susunan terbaru dewan komisaris terdiri dari Arief Budiman sebagai Presiden Komisaris, Ahmad Fajarprana sebagai Komisaris Independen, Kim Ki Joo sebagai Komisaris, serta Tippy Joesoef dan Yudi Permana sebagai Komisaris Independen. Susunan direksi terdiri dari Han Chang Sik sebagai Presiden Direktur, serta Kim Wook Bae, Moon Sungwon, Ricko Irwanto, Dandy Indrawardhana Pandi, Felix Aristo Ardian, dan Adityo Kristianto sebagai Direktur.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang transformasi bisnis Bank Woori Saudara pasca-RUPST, kami menyoroti empat prioritas utama perseroan, yakni pertumbuhan kredit yang selektif, penguatan dana murah (CASA), penjagaan kualitas aset melalui manajemen risiko, serta percepatan layanan digital. Kami juga mencatat perombakan susunan manajemen tersebut diposisikan untuk memperkuat eksekusi strategi agar bisnis lebih terarah, prudent, dan berkelanjutan di tengah tantangan industri perbankan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.