Ashutosh Sureka

Jawa upayakan hentikan pemadaman bergilir setelah koordinasi DPR dan PLN

Jawa upayakan hentikan pemadaman bergilir setelah koordinasi DPR dan PLN
Jawa upayakan stop blackout

Gangguan pasokan listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa mendorong percepatan koordinasi antara DPR, pemerintah, dan PLN untuk menjaga kelangsungan layanan dalam beberapa pekan ke depan. Pernyataan itu muncul ketika kekurangan kontrak pasokan batu bara 2026 disebut menjadi faktor utama yang menekan operasi kelistrikan.

Sorotan

  • DPR, Kementerian ESDM, PLN, Kejaksaan, dan Badan Intelijen Negara telah berkoordinasi untuk memastikan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa tidak terulang dalam beberapa minggu ke depan.
  • Pemadaman listrik yang terjadi baru-baru ini di Pulau Jawa disebabkan pasokan energi primer PLN yang belum mencukupi proyeksi kebutuhan tahun 2026.
  • PLN membutuhkan 154 juta ton batu bara untuk 2026, namun kontrak yang telah terealisasi baru 134 juta ton sehingga terdapat kekurangan sekitar 18–20 juta ton.

Koordinasi pasokan dan mitigasi kelistrikan

Seperti diberitakan Kompas.com, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemadaman listrik berkala yang terjadi di Pulau Jawa tidak akan terulang lagi setelah DPR menggelar rapat dengan Kementerian ESDM, PLN, Kejaksaan, dan Badan Intelijen Negara. Ia mengatakan pembahasan dilakukan dengan mengurai persoalan satu per satu agar gangguan serupa tidak terjadi lagi pada minggu-minggu ini dan minggu depan.

Dasco juga mengakui situasi global saat ini ikut berdampak ke dalam negeri. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga kekompakan untuk memitigasi dampak geopolitik dan geoekonomi yang berpotensi menambah beban masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Dampak ke ekonomi dan kekurangan batu bara

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik berkala yang memengaruhi kegiatan rumah tangga, layanan publik, dan aktivitas usaha. Tekanan terhadap sistem kelistrikan itu terjadi ketika pasokan energi primer PLN belum sepenuhnya terpenuhi untuk kebutuhan tahun 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengatakan pemadaman terjadi karena PLN kekurangan stok batu bara untuk 2026. Penjelasan itu sejalan dengan keterangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut kebutuhan batu bara PLN pada 2026 mencapai 154 juta ton, sementara realisasi kesepakatan kontrak baru 134 juta ton, sehingga terdapat kekurangan sekitar 18 juta hingga 20 juta ton.

Meski demikian, Qodari menilai kekurangan tersebut tidak menjadi masalah serius karena Indonesia merupakan produsen batu bara dan kebutuhan PLN bersifat rutin setiap tahun. Artinya, pemulihan pasokan dan eksekusi kontrak menjadi faktor penting untuk menekan risiko gangguan operasional kelistrikan di wilayah dengan konsumsi daya terbesar di Indonesia.

Pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa menjadi fokus liputan kami sebelumnya, dengan sorotan pada defisit pasokan batu bara PLN untuk 2026 yang masih sekitar 18–20 juta ton dari kebutuhan 154 juta ton. Kami juga menyoroti bahwa persoalannya bukan hanya volume, tetapi juga ketersediaan batu bara berkalori menengah untuk kebutuhan PLTU, sehingga pemerintah mendorong percepatan pengadaan dan meminta PLN memperkuat keandalan lewat perawatan pembangkit.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.