IHSG menguat ke 6.128 saat pembukaan di tengah sentimen MSCI
Perdagangan saham Indonesia dibuka positif pada Rabu pagi, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 0,44 persen ke level 6.128. Penguatan awal ini disertai dominasi saham yang naik serta kenaikan pada sektor energi, non-siklikal, dan siklikal.
Sorotan
- IHSG menguat ke 6.128 saat pembukaan Rabu (24/6/2026) dengan volume perdagangan 239 juta saham dan transaksi Rp182 miliar.
- Kapitalisasi pasar awal sesi tercatat Rp10,7 triliun, dengan 226 saham naik, 72 saham turun, dan 661 saham stagnan mencerminkan sentimen beli dominan.
- ITMA memimpin kenaikan 10 persen, BMSR naik 8,72 persen, WINE bertambah 7,50 persen, sementara sektor energi, non-siklikal, dan siklikal turut menguat.
Kinerja pembukaan dan aktivitas perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, volume perdagangan saat pembukaan Rabu (24/6/2026) tercatat 239 juta saham dengan nilai transaksi Rp182 miliar. Frekuensi transaksi mencapai 24 ribu kali, sementara kapitalisasi pasar berada di Rp10,7 triliun.Pergerakan pasar pada awal sesi menunjukkan 226 saham naik, 72 saham turun, dan 661 saham stagnan. Komposisi ini mencerminkan sentimen beli yang lebih kuat pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Pendorong sektor dan pergerakan saham
Tiga saham dengan kenaikan terbesar pada pagi ini dipimpin Sumba Energi Andalan (ITMA) yang menguat 10 persen, diikuti Bintang Mitra Semestaraya (BMSR) naik 8,72 persen, serta Hatten Bali (WINE) bertambah 7,50 persen.Dari sisi pelemahan, Sarimelati Kencana (PZZA) terkoreksi 6,95 persen, disusul Raksasa Hydro (ARKO) melemah 4,59 persen, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) turun 4,22 persen. Secara sektoral, energi naik 0,30 persen, sektor non-siklikal menguat 0,13 persen, dan sektor siklikal bertambah 0,32 persen, menandakan dukungan yang cukup merata bagi penguatan indeks pada awal sesi.
Sorotan MSCI terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar saham Indonesia menjadi perhatian utama menjelang MSCI 2026 Market Classification Review. Dalam ulasan kami sebelumnya, MSCI menilai perbaikan pada keterbukaan pemegang saham dan kualitas free float perlu menunjukkan kemajuan kredibel hingga November 2026 agar Indonesia tidak berisiko turun klasifikasi dari emerging market, yang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor institusi dan arus dana global.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto