Harga Pertamax diperkirakan turun pada awal Juli di tengah pelemahan minyak dunia
Penurunan harga minyak mentah global ke bawah USD70 per barel mendorong ekspektasi koreksi harga BBM nonsubsidi di Indonesia pada 1 Juli 2026. Perkiraan itu muncul setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda dan pasokan minyak dunia kembali lebih longgar.
Sorotan
- Harga Pertamax diperkirakan turun awal Juli jika evaluasi pemerintah menunjukkan harga saat ini masih di atas harga pasar.
- Harga minyak dunia mulai menurun setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mereda dan Selat Hormuz dibuka kembali.
- Pemerintah berpeluang menyesuaikan harga Pertamax seiring pasar global yang membaik, namun risiko fluktuasi tetap ada karena situasi geopolitik belum stabil.
Perkiraan penyesuaian harga awal Juli
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menyatakan harga Pertamax semestinya diturunkan pada awal Juli jika evaluasi menunjukkan harganya masih berada di atas harga pasar.Ia mengatakan harga minyak dunia kini jauh lebih rendah setelah sebelumnya sempat melampaui USD100 per barel pada puncak ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut Fahmy, kondisi itu sempat diperburuk oleh penutupan Selat Hormuz oleh Iran, yang memicu kelangkaan minyak di pasar global.
Dampak pasar energi bagi Indonesia
Fahmy menilai penurunan harga minyak mulai terjadi setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mereda, disertai pembukaan kembali Selat Hormuz sehingga hambatan pasokan berangsur teratasi.Meski demikian, ia menekankan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih bersifat dinamis dan belum menjamin perdamaian yang stabil. Karena itu, fluktuasi harga minyak masih mungkin berlanjut, namun untuk pasar domestik Indonesia pemerintah dinilai perlu menurunkan harga Pertamax bila hasil evaluasi menempatkannya di atas harga pasar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang WTI yang tetap tertekan di kisaran $73–74 per barel, kami menyoroti bagaimana turunnya premi geopolitik ikut mendorong pelemahan harga minyak. Pasar mulai memperhitungkan pulihnya lalu lintas tanker melalui Selat Hormuz serta potensi kembalinya sebagian pasokan Iran, meski risiko pembalikan masih ada jika negosiasi AS–Iran kembali buntu.
- Forex
- Crypto