Indonesia mewajibkan lisensi bagi influencer keuangan
Indonesia memperketat aturan bagi influencer keuangan, mewajibkan mereka untuk mengungkapkan promosi berbayar dan memperoleh lisensi sebelum merekomendasikan aset investasi. Langkah ini menempatkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut sejalan dengan dorongan global yang lebih luas untuk mengatur tokoh media sosial yang nasihatnya dapat menggerakkan dana ritel.
Sorotan
- Indonesia akan mewajibkan pengungkapan promosi keuangan berbayar.
- Influencer memerlukan lisensi untuk merekomendasikan aset investasi.
- Perusahaan bertanggung jawab atas konten pemasaran influencer.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Aturan baru untuk promosi berbayar
Otoritas Jasa Keuangan Indonesia, yang dikenal sebagai OJK, mengeluarkan pedoman yang mewajibkan pengungkapan yang lebih jelas ketika influencer dibayar untuk mempromosikan produk keuangan. Aturan tersebut juga membuat perusahaan bertanggung jawab atas informasi yang dibagikan oleh influencer di bawah perjanjian pemasaran, lapor Bloomberg.
Influencer kripto juga akan memerlukan sertifikasi, meskipun regulator belum menentukan bentuk pastinya. Perusahaan yang melanggar aturan dapat menghadapi peringatan tertulis, pencabutan izin, dan denda hingga 15 miliar rupiah.
Pedoman ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus melindungi konsumen dari promosi yang menyesatkan dan manipulasi pasar. Regulator telah menunjukkan kesediaannya untuk bertindak. Pada bulan Februari, OJK mendenda seorang influencer sebesar 5,4 miliar rupiah, atau sekitar $300.785, karena memanipulasi harga saham.
Investor ritel mendorong penindakan tegas
Aturan ini muncul saat investor muda semakin bergantung pada media sosial untuk nasihat pasar. Data pemerintah menunjukkan bahwa lebih dari separuh investor ritel Indonesia berusia di bawah 30 tahun, kelompok yang lebih mungkin menemukan konten investasi di TikTok, Instagram, YouTube, dan platform lainnya.
Indonesia tidak sendirian. Singapura dan India juga telah bergerak untuk memperketat pengawasan terhadap influencer keuangan seiring upaya regulator untuk memisahkan edukasi dari nasihat, serta promosi berbayar dari komentar independen.
Bagi Indonesia, waktunya sangat sensitif. Negara ini sedang mencoba meningkatkan kepercayaan pada pasar sahamnya setelah MSCI memperingatkan awal tahun ini bahwa mereka dapat menurunkan klasifikasi Indonesia karena kekhawatiran atas transparansi dan aksesibilitas pasar. Indeks harga saham gabungan telah turun 32% tahun ini, menjadikannya berkinerja terburuk di dunia.
Uji kredibilitas bagi pasar Indonesia
Penindakan ini penting karena influencer keuangan kini berada di antara pasar yang teregulasi dan investor ritel. Ketika nasihat mereka dibayar, tidak jelas, atau menyesatkan, dampaknya dapat menyebar dengan cepat.
Pasar Indonesia sudah berada di bawah tekanan. Penurunan 32% pada indeks acuan, peringatan MSCI, dan lonjakan investor ritel muda membuat kepercayaan menjadi lebih penting. Aturan yang lebih kuat mungkin tidak menghentikan konten spekulatif, tetapi dapat mempersulit perusahaan dan influencer untuk menyembunyikan kepentingan komersial di balik unggahan media sosial yang santai.
Kami juga melaporkan Partai Demokrat Korea Selatan mengupayakan pengungkapan aset bagi influencer kripto atas risiko manipulasi.
Berita Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto