BSN tawarkan penjualan portofolio pembiayaan Rp 522 miliar untuk perkuat likuiditas

BSN tawarkan penjualan portofolio pembiayaan Rp 522 miliar untuk perkuat likuiditas
BSN jual portofolio besar

PT Bank Syariah Nasional menawarkan portofolio aset pembiayaan senilai Rp 522,08 miliar kepada investor dan mitra strategis dalam langkah percepatan pemulihan aset bermasalah. Penawaran yang digelar di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026, mencakup 648 unit aset properti di 25 wilayah operasional dan menjadi bagian dari upaya pembersihan neraca di tengah pertumbuhan bisnis bank.

Sorotan

  • BSN menawarkan penjualan portofolio pembiayaan senilai Rp 522 miliar mencakup 648 unit aset properti di 25 wilayah di Indonesia.
  • Eksekusi pengalihan dilakukan lewat tiga skema: lelang terbuka, cessie, serta penjualan bersama bank-nasabah, didukung katalog digital di terasrumahbsn.com.
  • Hingga Mei 2026, total aset BSN naik 23% year on year ke Rp 78,2 triliun, pembiayaan tumbuh 22% ke Rp 58,3 triliun, laba naik 40% menjadi Rp 473 miliar.

Rincian penawaran aset dan skema transaksi

Seperti diberitakan KONTAN, kegiatan Investor Gathering Asset Sales ini menjadi sarana BSN memasarkan aset non-produktif agar kembali memberi nilai ekonomi riil. Direktur Utama Bank BSN Alex Sofyan Noor mengatakan aset pasif tidak boleh berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan, tetapi perlu dikelola, dipasarkan, dan dioptimalkan secara transparan serta prudent.

Portofolio yang ditawarkan mencakup 648 unit aset properti yang tersebar di 25 wilayah operasional di Indonesia. Kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat mendominasi dengan 346 unit aset senilai Rp 178,3 miliar, terdiri dari 114 unit di Jakarta senilai Rp 57,8 miliar dan 110 unit di Bandung senilai Rp 56,1 miliar.

Wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mencatat nilai aset terbesar, yakni Rp 223,1 miliar dari 62 unit aset, ditopang oleh aset di Semarang senilai Rp 133,8 miliar dan Yogyakarta Rp 82,6 miliar. Di Sumatera, BSN menawarkan 145 unit aset senilai Rp 56,5 miliar yang tersebar di Pekanbaru, Banda Aceh, Medan, Palembang, dan Batam, sementara sisanya berada di Kalimantan, Jawa Timur dan Bali, serta Sulawesi.

Untuk eksekusi pengalihan kepemilikan, BSN menyiapkan tiga skema, yaitu lelang terbuka, cessie atau pengalihan hak tagih kepada pihak ketiga, serta penjualan bersama antara bank dan nasabah. Bank juga menyediakan katalog digital aset melalui situs terasrumahbsn.com yang dikembangkan bersama platform properti Rumah123.

Kondisi fundamental bank dan dampak ke likuiditas

Manajemen menyatakan aksi penjualan aset ini berjalan di tengah kondisi fundamental yang sehat dan ekspansif, sehingga langkah tersebut diposisikan sebagai optimalisasi neraca, bukan respons atas tekanan operasional. Strategi ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan aset bermasalah sekaligus memperkuat likuiditas bank.

Hingga Mei 2026, total aset BSN mencapai Rp 78,2 triliun, naik 23% secara tahunan. Penyaluran pembiayaan tumbuh 22% year on year menjadi Rp 58,3 triliun, dana pihak ketiga meningkat 14% menjadi Rp 60,6 triliun, sedangkan laba tahun berjalan naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 473 miliar.

Di sisi profil kredit, BSN kini mengantongi peringkat korporasi AA+ dengan prospek stabil dari Pefindo. Kombinasi pertumbuhan aset, pembiayaan, penghimpunan dana, dan profitabilitas itu memberi ruang bagi bank untuk membersihkan portofolio bermasalah sambil menjaga kapasitas ekspansi bisnis.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang likuiditas dan permodalan perbankan per April 2026, kami menyoroti penilaian OJK bahwa kondisi industri masih solid meski gejolak global menekan pasar dan rupiah. OJK mencatat likuiditas dan modal tetap kuat, namun mengingatkan risiko kredit berpotensi meningkat—terutama pada segmen UMKM dan kredit konsumsi—seiring melemahnya daya beli, ancaman PHK, dan inflasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.