Adira Finance andalkan diversifikasi pendanaan di tengah kenaikan BI Rate
Kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% mendorong perusahaan pembiayaan meninjau kembali strategi pendanaannya. Adira Finance menilai kondisi ini berpotensi menaikkan biaya dana dari perbankan maupun pasar modal, tetapi kebutuhan pendanaan dinilai tetap berjalan mengikuti perkembangan bisnis.
Sorotan
- Adira Finance tetap menjalankan strategi diversifikasi pendanaan melalui pinjaman bank, obligasi, sukuk, dan dukungan grup di tengah kenaikan BI Rate.
- Kenaikan suku bunga membuat Adira Finance lebih selektif dalam pemilihan waktu, tenor, dan instrumen pendanaan demi struktur biaya yang optimal.
- Obligasi dan sukuk dinilai Adira Finance masih kompetitif dibanding pinjaman bank, namun keputusan pendanaan mempertimbangkan kondisi pasar dan minat investor.
Strategi pendanaan saat suku bunga naik
Seperti dilaporkan KONTAN, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk memandang kenaikan suku bunga sebagai salah satu faktor utama dalam pengelolaan pendanaan perusahaan. Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan kenaikan suku bunga berpotensi memengaruhi biaya pendanaan yang berasal dari pinjaman bank maupun instrumen pasar modal.Di tengah kondisi itu, perusahaan tetap menjalankan strategi diversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh struktur pendanaan yang optimal dan kompetitif. Sumber dana Adira Finance saat ini mencakup pinjaman perbankan, penerbitan obligasi dan sukuk, serta dukungan dari perusahaan induk dan grup.
Menurut Gani, kenaikan suku bunga dapat membuat aktivitas pendanaan menjadi lebih selektif. Perusahaan menjadi lebih cermat dalam menentukan waktu, tenor, dan instrumen yang paling efisien, meski aktivitas pendanaan tidak diperkirakan berhenti atau menjadi sangat sepi karena kebutuhan dana tetap mengikuti laju bisnis masing-masing perusahaan pembiayaan.
Dampak bagi biaya dana industri pembiayaan
Adira Finance menilai obligasi maupun sukuk tetap dapat menjadi alternatif pendanaan yang kompetitif dibandingkan pinjaman perbankan. Namun, tingkat kupon obligasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, yield benchmark, tenor, peringkat perusahaan, dan minat investor saat penerbitan.Karena itu, perusahaan perlu membandingkan berbagai pilihan pendanaan dari perbankan dan pasar modal untuk mendapatkan cost of fund yang paling optimal. Adira Finance menegaskan strategi utamanya tetap bertumpu pada diversifikasi sumber pendanaan, bukan ketergantungan pada satu instrumen, agar fleksibilitas pendanaan tetap terjaga di tengah perubahan suku bunga.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kenaikan BI Rate ke 5,50% dan strategi pendanaan multifinance, kami mengulas bagaimana tekanan suku bunga mulai meningkatkan cost of fund dan membuat perusahaan pembiayaan lebih selektif memilih instrumen serta timing penerbitan. Kami juga menyoroti pentingnya diversifikasi sumber dana—mengombinasikan pinjaman perbankan dengan obligasi/sukuk—untuk menjaga likuiditas dan menyeimbangkan biaya pendanaan di tengah pasar yang kian mahal.
Berita Bank Indonesia Terbaru
- Forex
- Crypto