KB Bank perkuat transaction banking untuk dorong pendapatan berbasis komisi
Di tengah tekanan suku bunga tinggi dan ketidakpastian ekonomi global, PT Bank KB Bukopin Tbk mengalihkan fokus bisnis untuk memperbesar sumber pendapatan nonbunga. Langkah ini ditempuh ketika kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia diperkirakan menaikkan biaya dana industri perbankan dan menekan margin bunga bersih.
Sorotan
- KB Bank membentuk unit transaction banking di segmen wholesale untuk meningkatkan fee based income sebagai respons atas kenaikan BI Rate.
- Layanan prioritas bank dikembangkan dengan memperkuat pengelolaan rekening, kas, kustodian, FX serta ekspansi Priority Banking Center ke Jakarta dan kota besar lainnya.
- Kelompok Korean Link menyumbang sekitar 30% eksposur kredit wholesale KB Bank, menandakan segmen tersebut masih krusial dalam strategi pertumbuhan.
Strategi baru pada layanan transaksi
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan perseroan melakukan penyesuaian strategi bisnis agar lebih lincah dengan memperbesar fee based income sebagai respons atas kenaikan BI Rate.Untuk mendukung arah tersebut, KB Bank membentuk unit transaction banking di segmen wholesale. Melalui unit ini, bank meningkatkan layanan transaksi sekaligus memperluas peluang cross-selling kepada nasabah korporasi.
Layanan yang diperkuat mencakup pengelolaan rekening operasional, layanan kas, kustodian, serta transaksi valuta asing atau FX. Di segmen ritel, perseroan juga memperluas jaringan Priority Banking Center setelah meresmikan pusat layanan pertama di Semarang, dengan rencana pembukaan di Jakarta dan sejumlah kota besar lain.
Dampak pada penyaluran kredit dan portofolio
Selain mengembangkan pendapatan nonbunga, KB Bank juga mengubah pendekatan penyaluran kredit dengan lebih menitikberatkan pembiayaan berbasis ekosistem dibanding sekadar menyalurkan pinjaman kepada debitur utama.Menurut Kunardy, pendekatan itu memungkinkan bank menilai keseluruhan rantai bisnis nasabah, mulai dari perusahaan utama, pemasok, hingga distributor, sehingga kualitas kredit dapat diukur lebih baik. Saat ini KB Bank masih menyalurkan pembiayaan ke sektor manufaktur, consumer goods, sumber daya alam, farmasi, rumah sakit, logistik, hingga cold chain storage.
Di sisi lain, kelompok usaha asal Korea Selatan, yang disebut Korean Link, tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam portofolio wholesale KB Bank. Sekitar 30% eksposur kredit wholesale perseroan berasal dari kelompok usaha tersebut, menunjukkan basis nasabah korporasi ini masih penting bagi strategi pertumbuhan bank.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang diversifikasi kredit KB Bank, kami mengulas upaya perseroan memperbesar ekspansi ke korporasi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada Korean Link, yang kini sekitar 30% dari portofolio kredit wholesale. Kami juga menyoroti penguatan pembiayaan berbasis ekosistem lintas sektor untuk menjaga kualitas aset dan menopang pertumbuhan kredit yang lebih berkelanjutan.
Berita KB Financial Terbaru
- Forex
- Crypto