KB Bank perbesar kredit korporasi domestik untuk kurangi ketergantungan Korean link

KB Bank perbesar kredit korporasi domestik untuk kurangi ketergantungan Korean link
Ekspansi kredit domestik KB

PT Bank KB Indonesia Tbk terus mendorong ekspansi kredit ke korporasi domestik sebagai bagian dari diversifikasi portofolio pembiayaan. Porsi pembiayaan kepada perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Korea Selatan kini sekitar 30% dari portofolio kredit wholesale, menandakan bisnis tidak lagi didominasi segmen tersebut.

Sorotan

  • KB Bank mengurangi ketergantungan pada kredit berkaitan Korea Selatan menjadi sekitar 30% dari portofolio wholesale demi memperbesar ekspansi korporasi domestik.
  • Hingga Maret 2026, KB Kookmin Bank mengendalikan 66,88% saham atau sekitar 125,66 miliar saham PT Bank KB Indonesia Tbk.
  • Penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp 43,52 triliun per Mei 2026, naik 3,84% secara tahunan dari Rp 41,92 triliun pada Mei 2025.

Strategi diversifikasi kredit dan fokus pasar lokal

Kepada Kontan, Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan eksposur pembiayaan kepada perusahaan berkaitan dengan Korea Selatan saat ini menyumbang sekitar 30% dari portofolio kredit wholesale perseroan. Ia menegaskan portofolio wholesale bank telah terdiversifikasi ke sejumlah segmen, mulai dari large corporation, middle market, commercial banking, hingga SME banking.

Menurut Kunardy, perusahaan-perusahaan Korea tetap berperan penting, terutama untuk mendukung bisnis treasury dan menjaga stabilitas aset. Namun dari sisi pertumbuhan, KB Bank kini lebih agresif menggarap perusahaan lokal agar sumber ekspansi kredit tidak hanya bergantung pada perusahaan dari negara asal pemegang saham pengendali.

KB Bank diketahui dikendalikan KB Kookmin Bank Co., Ltd., yang merupakan bagian dari KB Financial Group. Hingga Maret 2026, KB Kookmin Bank memegang 66,88% saham atau sekitar 125,66 miliar saham PT Bank KB Indonesia Tbk.

Ekspansi sektor luas dan pembiayaan berbasis ekosistem

Dalam penyaluran kredit, KB Bank menyatakan tidak membatasi pembiayaan pada sektor tertentu. Perseroan saat ini membiayai berbagai sektor, termasuk manufaktur, barang konsumsi, sumber daya alam, farmasi, rumah sakit, logistik, hingga cold chain storage.

Ke depan, bank juga memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem, yaitu pendekatan yang tidak hanya menilai debitur utama tetapi juga seluruh rantai bisnis yang terkait. Dalam pembiayaan rumah sakit, misalnya, bank turut melihat ekosistem pendukung seperti BPJS, pasien, pemasok, dan distributor agar penyaluran kredit lebih terukur serta kualitas kredit membaik.

Strategi diversifikasi sektor dan penguatan pembiayaan berbasis ekosistem itu diharapkan menopang pertumbuhan kredit yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas aset. Berdasarkan laporan keuangan Mei 2026, penyaluran kredit KB Bank mencapai Rp 43,52 triliun, naik 3,84% secara tahunan dari Rp 41,92 triliun pada Mei 2025.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan pembiayaan hijau di perbankan Indonesia, kami membahas bagaimana bank-bank besar meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Penyaluran dana mengalir ke energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, green building, hingga produk pembiayaan yang terkait target net zero dan integrasi prinsip ESG sebagai sumber pertumbuhan berkualitas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.