KB Bank catat lonjakan bisnis wealth management didorong minat obligasi
Suku bunga yang masih tinggi mendorong nasabah affluent mengalihkan sebagian preferensi investasinya ke instrumen berpendapatan tetap di Indonesia. Di KB Bank, tren itu ikut mengangkat penjualan obligasi dan reksadana pendapatan tetap, dengan bisnis investasi tumbuh hampir 200% hingga Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sorotan
- KB Bank mencatat pertumbuhan bisnis investasi hampir 200% hingga Juni 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu, didorong peningkatan minat obligasi.
- Rebalancing portofolio nasabah affluent ke obligasi dan reksadana pendapatan tetap terjadi akibat kenaikan suku bunga dan kebutuhan yield kompetitif.
- KB Bank menargetkan pengembangan wealth management untuk memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan kontribusi fee based income ke depan.
Pergeseran portofolio nasabah affluent
Seperti dilaporkan KONTAN, Presiden Direktur KB Bank Kunardy Lie mengatakan kenaikan suku bunga membuat harga obligasi menyesuaikan sehingga imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor. Kondisi itu dimanfaatkan nasabah dengan profil risiko moderat untuk melakukan rebalancing portofolio, terutama ke instrumen obligasi dan reksadana pendapatan tetap.Kunardy menyatakan pergeseran preferensi investasi terlihat di kalangan nasabah affluent, seiring kebutuhan untuk memperoleh yield yang lebih kompetitif di tengah ketidakpastian pasar. Karena sebagian besar portofolio reksadana pendapatan tetap ditempatkan pada obligasi, minat pada kelas aset ini juga ikut menopang pertumbuhan produk investasi bank.
Dampak terhadap pendapatan berbasis komisi
Hingga Juni 2026, KB Bank membukukan pertumbuhan bisnis investasi hampir 200% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perseroan menilai capaian itu mencerminkan meningkatnya minat nasabah terhadap ragam produk investasi yang ditawarkan bank.Ke depan, KB Bank menyebut wealth management terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pendapatan. Bank juga optimistis kebutuhan nasabah atas solusi investasi yang lebih komprehensif akan memperbesar kontribusi bisnis tersebut terhadap fee based income.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham bank-bank besar di akhir pekan, kami mengulas bagaimana Bank Mandiri, BTN, BCA, BRI, dan BNI ditutup menguat seiring membaiknya selera risiko dan masuknya arus beli asing (net foreign buy). Kami juga menyoroti bahwa pergerakan tersebut lebih dipengaruhi sentimen makro dan ekspektasi kebijakan suku bunga global, sementara sektor perbankan tetap dinilai menarik karena fundamental dan valuasi yang kompetitif meski sensitif terhadap likuiditas serta arah suku bunga.
Berita KB Financial Terbaru
- Forex
- Crypto