Bank KBMI 4 catat pertumbuhan laba yang timpang, Himbara ungguli bank swasta hingga Mei 2026
Menjelang akhir kuartal II-2026, kinerja bank KBMI 4 menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antara bank-bank milik negara dan pemain swasta. Di kelompok ini, Himbara masih mendorong ekspansi laba dan kredit, sementara pertumbuhan Bank Central Asia terlihat lebih terbatas hingga Mei 2026.
Sorotan
- Bank Mandiri catat pertumbuhan laba bersih tertinggi di KBMI 4, naik 18,64% menjadi Rp 23,31 triliun hingga Mei 2026, didukung kredit tumbuh 20,56%.
- Bank BCA, satu-satunya swasta di kelompok KBMI 4, hanya membukukan pertumbuhan laba bersih 2,07% menjadi Rp 25,68 triliun, dengan pertumbuhan kredit 4,85% dan pendapatan bunga bersih turun 0,5%.
- Dominasi Himbara berlanjut di KBMI 4 hingga Mei 2026, memimpin akselerasi laba melalui ekspansi kredit dan peningkatan pendapatan inti dibandingkan bank swasta.
Kinerja laba dan intermediasi per Mei 2026
KONTAN Indonesia melaporkan Bank Mandiri menjadi bank dengan pertumbuhan laba bersih bank only tertinggi di kelompok KBMI 4 dalam lima bulan pertama 2026. Bank berkode BMRI itu mencetak laba bersih Rp 23,31 triliun, naik 18,64% secara tahunan, didukung pertumbuhan kredit 20,56% menjadi Rp 1.578,94 triliun dan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 9,97% menjadi Rp 34,85 triliun.Selain itu, pendapatan komisi Bank Mandiri naik 24,44% menjadi Rp 9,36 triliun, sementara beban impairment turun 15,83% menjadi Rp 3,21 triliun. Kinerja tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai satu-satunya bank di kelompok ini yang membukukan pertumbuhan laba dua digit pada periode tersebut.
Bank Rakyat Indonesia menyusul di posisi berikutnya dengan laba bersih bank only Rp 20,42 triliun, tumbuh 9,52% secara tahunan hingga Mei 2026. Pertumbuhan itu berjalan seiring kenaikan kredit 12,23% menjadi Rp 1.427,19 triliun dan pendapatan bunga bersih 6,64% menjadi Rp 48,5 triliun, meski beban impairment naik 7,5% menjadi Rp 19,06 triliun dan pendapatan komisi hanya tumbuh 4,48% menjadi Rp 22,97 triliun.
Bank Negara Indonesia mencatat laba bersih bank only Rp 9,05 triliun, naik 7,06% secara tahunan. Penyaluran kredit BNI justru menjadi yang paling tinggi pertumbuhannya di antara bank KBMI 4, yakni 24,55% menjadi Rp 940,88 triliun, dengan pendapatan bunga bersih naik 15,18% menjadi Rp 18,12 triliun, namun lonjakan beban impairment 30,58% menjadi Rp 3,72 triliun menahan laju pertumbuhan laba, di tengah pendapatan komisi yang masih naik 10,81% menjadi Rp 4,43 triliun.
Perlambatan BCA dan gambaran persaingan sektor
Di posisi terakhir terdapat Bank Central Asia, satu-satunya bank swasta dalam kelompok KBMI 4, dengan pertumbuhan laba bersih bank only 2,07% menjadi Rp 25,68 triliun hingga Mei 2026. Pertumbuhan kredit BCA juga lebih rendah, sebesar 4,85% menjadi Rp 969,09 triliun, sementara pendapatan bunga bersih terkoreksi 0,5% menjadi Rp 32,95 triliun.Tekanan pada pendapatan bunga bersih BCA muncul ketika pendapatan bunga hanya naik 0,3% menjadi Rp 38,4 triliun, sedangkan beban bunga meningkat 5,41% menjadi Rp 5,45 triliun. Di sisi lain, bank berkode BBCA itu masih menekan beban impairment 13,62% menjadi Rp 1,21 triliun dan membukukan pertumbuhan pendapatan komisi 9,2% menjadi Rp 8,44 triliun.
Data ini menunjukkan bank-bank Himbara masih lebih kuat menjaga momentum pertumbuhan laba melalui ekspansi kredit dan penguatan pendapatan inti, meski kualitas biaya kredit tetap menjadi faktor pembeda antarbank. Bagi sektor perbankan nasional, pola tersebut menegaskan bahwa hingga Mei 2026, bank milik negara masih memimpin akselerasi kinerja di kelompok bank bermodal inti terbesar.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penguatan saham bank-bank besar dan prospek sektor perbankan hingga 2026, kami menyoroti bahwa pasar menilai laba perbankan masih cukup tangguh meski tekanan suku bunga, likuiditas, dan margin meningkat. Kami juga membahas perbedaan ketahanan antarbank, dengan pendapatan berbasis komisi dan strategi pendanaan/likuiditas dipandang menjadi penopang penting saat fokus industri mulai bergeser ke tekanan net interest margin.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto