Bank Mandiri Taspen perluas literasi keuangan usai kasus dugaan penipuan investasi di Banyumas
Di tengah kasus dugaan penipuan investasi yang menimbulkan kerugian besar bagi warga, Bank Mandiri Taspen meningkatkan upaya edukasi untuk memperkuat perlindungan nasabah dan kewaspadaan publik. Langkah ini mencakup pendampingan korban, pembukaan ruang komunikasi, serta rencana perluasan program literasi keuangan ke sembilan wilayah distribusi perusahaan.
Sorotan
- Bank Mandiri Taspen memperkuat literasi keuangan masyarakat dengan menggandeng korban dugaan penipuan investasi oleh mantan pegawai berinisial N alias D.
- Program edukasi dan perlindungan nasabah akan diperluas ke sembilan wilayah distribusi untuk mencegah terulangnya kasus investasi ilegal serupa.
- Tersangka N alias D, ditahan sejak 7 Juni 2026, dan kerugian yang dialami lebih dari 100 korban diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar.
Program edukasi dan pendampingan korban
KONTAN melaporkan, Bank Mandiri Taspen menggandeng para korban dugaan penipuan investasi yang melibatkan oknum mantan pegawai berinisial N alias D untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat. Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan, mengatakan perseroan menerima dan menyambut aspirasi pengaduan dari para korban serta membuka ruang komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang.Sinom mengatakan perlindungan nasabah menjadi komitmen utama perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, nasabah yang hadir disambut jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen, termasuk Pimpinan Cabang Purwokerto Puguh Setiaris Wicaksono dan Kepala Divisi Taskforce Muhammad Ikhsan.
Selain menerima aspirasi korban, bank juga menyediakan layanan pendukung sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan nasabah dan membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya investasi ilegal. Sesi literasi keuangan kemudian disampaikan oleh Department Head Operation Customer Experience Bank Mandiri Taspen Andi Prasetyo Nugroho, yang memaparkan mekanisme kredit yang benar, ciri-ciri investasi legal, dan modus yang umum digunakan pelaku investasi bodong.
Dampak kasus dan perluasan perlindungan nasabah
Bank Mandiri Taspen berencana memperluas program edukasi dan perlindungan nasabah melalui kegiatan literasi keuangan di sembilan wilayah distribusi di bawah koordinasi perusahaan. Menurut Sinom, program itu diharapkan membuat masyarakat lebih memahami pengelolaan keuangan yang sehat serta mampu mengenali dan menghindari berbagai tawaran investasi ilegal yang merugikan.Sebelumnya, Polresta Banyumas telah menetapkan perempuan berinisial N alias D, 36 tahun, sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Tersangka telah ditahan sejak 7 Juni 2026 dan dijerat Pasal 492 atau Pasal 486 juncto Pasal 127 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.
Dalam perkara itu, polisi memperkirakan total kerugian korban mencapai sekitar Rp25 miliar dengan jumlah korban diperkirakan lebih dari 100 orang. Besarnya nilai kerugian tersebut menempatkan penguatan literasi keuangan sebagai salah satu langkah penting bagi industri perbankan untuk menekan risiko penipuan serupa di tingkat daerah.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kolaborasi Pegadaian dan Pupuk Kalimantan Timur, kami membahas penandatanganan nota kesepahaman lintas industri yang berlaku hingga 2029 untuk memperkuat literasi keuangan, investasi, dan pengelolaan aset karyawan. Kerja sama ini mencakup program edukasi terstruktur serta akses ke produk seperti Tabungan Emas dan pembiayaan produktif untuk membangun kebiasaan investasi yang lebih sehat dan aman.
Berita Banks Terbaru
- Forex
- Crypto